Melihat Lagi Performa Keuangan BCA Sebelum Rilis Full Year 2025
:
0
Gedung BCA dari sudut Bundaran HI. FOTO-DOK BCA
EmitenNews.com - PT Bank Central Asia Tbk alias BCA bakal segera mengumumkan performa keuangannya sepanjang 2025. Jika sesuai rencana, gelaran itu akan berlangsung pada Selasa (27/1).
Dengan rencana itu, para pelaku pasar diperkirakan akan memantau dengan ketat bagaimana pencapaian kredit, dana pihak ketiga (DPK), hingga laba bank milik Grup Djarum tersebut. Apalagi, saham BBCA hingga saat ini masih dalam tren penurunan.
Namun sebelum masuk ke performa keuangan sepanjang 2025, tidak ada salahnya jika kita lihat kembali bagaimana performa keuangan BCA hingga kuartal III-2025 dan secara bulanan hingga November 2025.
Pada kuartal III-2025, BCA dan entitas anak membukukan pertumbuhan kredit sebesar 7,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp944 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi kredit yang berkualitas, serta terjaganya likuiditas perseroan.
Total dana pihak ketiga (DPK) naik 7,0% YoY ditopang CASA sebagai pendanaan inti BCA. Sementara Laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 5,7% YoY menjadi Rp43,4 triliun pada 9 bulan 2025 itu.
Di sisi lain, kualitas pinjaman BCA tetap terjaga dengan rasio loan at risk (LAR) 5,5% atau membaik dari 6,1% dari periode sebelumnya. Begitu juga dengan non performing loan (NPL) yang terkendali di level 2,1% dengan pencadangan LAR dan NPL masing-masing 69,5% dan 166,6%.
Lalu, bagaimana performa keuangan BCA secara bulanan sampai November 2025?
Secara individual, BCA membukukan total aset Rp1.527,2 triliun atau naik 7,9% dari periode sama 2024 Rp1.415,4 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih BCA mencapai Rp73,04 triliun tumbuh 4,1% dari Rp70,16 triliun.
Atas catatan itu, BCA pun meraup laba bersih Rp52,67 triliun. Angka tersebut naik 4,36% dari periode November 2024 Rp50,47 triliun.
Dengan beberapa catatan itu, bagaimana akhirnya performa keuangan BCA sepanjang 2025? Terus pantau informasinya di Emitennews.com. (*)
Related News
Saham GOTO Kian Terperosok, Antrean Jual Mengular
Usai Diakuisisi AEP, Saham Emiten Sawit dan Karet Ini Mendadak Ambruk
Dua Saham Lepas dari Suspensi, Satu Nonstop ARA Berjilid-jilid
YUPI Bagi Dividen Interim Bulan Ini, Telisik Besarannya
Penjualan COAL Q1 2025 Anjlok, Merosot hingga 50,2 Persen
Pendapatan Melorot, Laba MBSS Anjlok 71 Persen Kuartal I 2026





