Melonjak 140% Setahun, Saham Grup Sinarmas Ini Kena Peringatan
:
0
Ilustrasi volatilitas indeks harga saham.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya aktivitas perdagangan tidak biasa (Unusual Market Activity/UMA) atas saham Grup Sinarmas PT Suryamas Dutamakmur Tbk. (SMDM). Peringatan ini disampaikan setelah saham mencatat lonjakan harga yang dinilai di luar pola transaksi normal.
Sebelumnya, BEI juga pernah menetapkan UMA untuk SMDM pada 19 Juni 2025 serta melakukan suspensi perdagangan pada 10–26 Februari 2025 dan cooling down pada 6 Februari 2025.
Dalam sepekan, saham SMDM telah melonjak 55,56% atau 450 poin ke Rp1.260. Dalam sebulan, saham naik 47,37% dari Rp855 (21 Oktober 2025). Dalam tiga bulan terakhir, saham menguat 44,83% dari Rp870 (24 Agustus 2025). Sepanjang tahun berjalan 2025, saham menguat 140% dari level awal Januari di Rp525.
Usai peringatan UMA dirilis, saham SMDM sempat dibuka naik 3,17% ke Rp1.300, namun berbalik tertekan hingga turun 4,76% atau 100 poin ke Rp1.200.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulisnya Jumat (21/11) menerangkan bahwa pengumuman UMA tidak otomatis menunjukkan pelanggaran. Informasi terakhir terkait perusahaan adalah publikasi 6 November 2025 mengenai bukti iklan hasil RUPS.
BEI menyampaikan bahwa pihaknya tengah mencermati pola transaksi saham tersebut. Bursa meminta investor memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi, menelaah kinerja perseroan, serta mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS.
"BEI juga menyarankan investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan investasi," ujarnya.
Related News
BEI Rombak Aturan ARA dan ARB Jadi Simetris, Mulai Tahun Depan
Hapus Stigma Saham Gocap, BEI Berlakukan Aturan Rp1 pada 28 September
OJK Terbitkan Payung Hukum Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
BEI Gembok Lagi Saham WIKA, Imbas Tunda Bayar Sukuk
Tak Ikuti Bursa Korsel, BEI Sebut Belum Berencana Tambah Jam Dagang
BEI Ungkap Pasar Karbon Didominasi Seller, Siapkan 2 Jurus Ini





