IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
victoria sekuritas

Melonjak 38,45 Persen, Laba BSI (BRIS) Tercatat Rp3,02 Triliun Sepanjang 2021

31/01/2022, 06:45 WIB

Melonjak 38,45 Persen, Laba BSI (BRIS) Tercatat Rp3,02 Triliun Sepanjang 2021

EmitenNews.com - Emiten Bank Syariah terbesar di Indonesia berplat merah , PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berhasil membukukan kinerja positif di tahun 2021 dengan torehan laba bersih sebesar Rp3,028 triliun sepanjang tahun 2021, atau naik 38,45 persen dibandingkan tahun 2020 yang tercatat Rp2,187 triliun.


Merujuk pada laporan keuangan tahun 2021 telah audit BSI yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/1/2022). Hasil itu mengungkit laba per saham dasar menjadi Rp73,69. Sedangkan di akhir tahun 2020 hanya Rp53,52.


Jelasnya, pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib tumbuh 5,1 persen menjadi Rp17,808 triliun. Tapi, hak pihak ketiga atas bagi hasil turun 12,5 persen menjadi Rp4,378 triliun. Sehingga hak bagi hasil milik bank tumbuh 12,61 persen menjadi Rp13,429 triliun.


Pada sisi lain, pendapatan usaha lainnya tumbuh 8,5 persen menjadi Rp3,012 triliun. Tapi beban usaha tercatat Rp8,78 triliun, ditambah beban cadangan kerugian penurunan nilai Rp3,55 triliun.


Menariknya, laba usaha tetap naik 31,38 persen menjadi Rp4,107 triliun.


Sementara itu, total penyaluran pembiayaan tumbuh 5,9 persen menjadi Rp59,1 triliun.


Adapun simpanan wadiah menyusut 5,29 persen menjadi Rp57,24 triliun. Berbanding terbalik, dana syirkah temporer tumbuh 14,53 persen menjadi Rp98,59 triliun.


Akhirnya, aset terbilang Rp265, 2 triliun, atau tumbuh 10,87 persen dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp239,2 triliun.


Author: Rizki