EmitenNews.com -Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) hanya mampu membukukan laba bersih Rp230,63 miliar atau melorot 14,38 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni Rp269,36 miliar.

 

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Senin (8/5), melorotnya laba bersih tersebut dipengaruhi penurunan pendapatan bersih pada kuartal I-2023 sebesar 5,5 persen menjadi Rp1,03 triliun dari Rp1,09 triliun tahun lalu.

 

tiga bulan pertama 2023, pendapatan rawat jalan yang dibukukan RS Mitra Keluarga hanya senilai Rp343,71 miliar atau merosot 9,29 persen (y-o-y), sedangkan rawat inap menyusut 4,2 persen (y-o-y) menjadi Rp683,8 miliar.

 

Di tengah penurunan pendapatan tersebut, jumlah beban pokok pendapatan MIKA justru tercatat meningkat 2,09 persen (y-o-y) menjadi Rp522,9 miliar. Hal ini terutama dipengaruhi lonjakan pengeluaran pada pos gaji dan kesejahteraan sebesar 10,69 persen (y-o-y) menjadi Rp164,78 miliar, serta pos obat dan perlengkapan medis naik 2,93 persen (y-o-y) menjadi Rp244,02 miliar.

 

Dengan demikian, laba bruto RS Mitra Keluarga untuk periode yang berakhir 31 Maret 2023 menukik 13,07 persen menjadi Rp504,62 miliar dibanding periode yang sama di 2022 sebesar Rp580,52 miliar.

 

Adapun laba usaha MIKA pada kuartal I-2023 tercatat Rp294,7 miliar atau anjlok 19,9 persen (y-o-y), dengan total beban usaha selama tiga bulan pertama sebesar Rp221,88 miliar atau mengalami kenaikan dibanding kuartal I-2022, senilai Rp219,92 miliar.

 

Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan yang dicatatkan MIKA pada kuartal I-2023 sebesar Rp310,54 miliar atau mengalami penurunan 17,94 persen dibanding kuartal I-2022 yang mencapai Rp378,44 miliar.

 

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di kuartal I-2023 sebesar Rp60,85 miliar, maka laba tahun berjalan MIKA menjadi Rp249,69 miliar atau merosot 15,43 persen (y-o-y). Sedangkan, besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di kuartal I-2023 sebesar Rp230,63 miliar atau melorot 14,38 persen (y-o-y).

 

Per 31 Maret 2023, MIKA tercatat bisa menekan jumlah liabilitas sebesar 4,52 persen menjadi Rp750,64 miliar dari Rp786,21 miliar pada 31 Desember 2022. Namun, total kewajiban tersebut masih didominasi liabilitas jangka pendek yang per akhir kuartal I-2023 sebesar Rp604,58 miliar. Total ekuitas per akhir Maret 2023 sebesar Rp6,37 triliun atau naik 3,92 persen dibanding per akhir Desember 2022.