EmitenNews.com—Nasib tak baik masih terus menghantui kinerja BUMN konstruksi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Untuk kinerja sepanjang tahun 2022, perseroan harus menanggung rugi bersih Rp59,59 miliar atau memburuk dibandingkan tahun 2021 yang masih mencatat laba bersih senilai Rp117,66 miliar.

 

Kerugian bersih Wijaya Karya ini bisa di lihat pada pos laba (rugi) bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berdasar data laporan keuangan auditan tahun 2022 yang di publish pada laman BEI dan dikutip, Sabtu (25/3/2023).

 

Sehingga laba per saham dasar WIKA tercatat minus 6,64 jauh berbanding terbalik dari tahun sebelumnya yang masih tercatat 13,12 per saham dasar.

 

Merujuk data tersebut jua, sebetulnya pendapatan WIKA sepanjang tahun 2022 mengalami pertumbuhan 20,16 persen menjadi Rp21,48 triliun dibandingkan sebelumnya Rp17,80 triliun. Seiring pertumbuhan pendapatan itu, beban pokok pendapatan juga terpantau naik jadi Rp19,27 triliun dari sebelumnya Rp16,11 triliun.

 

Sehingga laba bruto yang dibukukan oleh WIKA untuk tahun 2022 senilai Rp2,20 triliun atau naik 29,96 persen dari tahun 2021 senilai Rp1,69 triliun.