EmitenNews.com -IHSG ditutup naik 0,05% kemarin, tapi disertai dengan net buy asing Rp552 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BBNI, FILM, TLKM, dan BBCA.

 

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan. “Hari ini IHSG berpotensi bergerak sideways di area 6900-6960. Level support IHSG berada di 6890-6900 dan level resist IHSG berada di 6960-6980.”

 

Kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah sebesar 0,51%, begitu juga dengan S&P 500 yang turun sebesar 0,62%, sementara indeks Nasdaq turut terkoreksi sebesar 0,63%. AS melaporkan inflasi September 2023 sebesar 3,7% YoY, 0,4% MoM (di atas ekspektasi) dan initial jobless claims untuk minggu yang berakhir tanggal 7 Oktober 2023 sebesar 209.000 (di bawah perkiraan). Data inflasi ini menimbulkan kembali kekhawatiran terhadap suku bunga. Yield treasury 10 tahun naik hampir 11 basis poin menjadi 4,70%.

Kemarin hampir seluruh bursa di kawasan regional Asia Pasifik mengalami penguatan, seperti Nikkei dan Hang Seng yang mencatat penguatan signifikan masing-masing sebesar 1,75% dan 1,93%. Kenaikan Hang Seng ditunjang oleh penguatan saham perbankan besar China. Pada malam sebelumnya bursa AS mengalami kenaikan. Producer price index (PPI) Jepang untuk September 2023 sebesar 2%, di bawah ekspektasi. Hari ini China akan mengumumkan data perekonomian September 2023 berupa inflasi (perkiraan 0,2% YoY) dan neraca perdagangan (perkiraan surplus USD 70 miliar). 

 

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Jumat (13/10):

ADRO: Buy on Weakness. Support di 2670, cutloss jika break di bawah 2620. Jika tidak break di bawah 2620, potensi naik ke 2760-2830 short term.