EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi diperdagangkan flat cenderung melemah. Kondisi itu, mengikuti sentimen bursa regional cenderung koreksi, dan tekanan saham teknologi berpotensi berlanjut.
”Oleh karena itu, kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 6.960, dan resisten 7.020,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Selasa (6/12).
Secara teknikal, Indeks masih berada pada fase sideway, dan belum ada sinyal untuk break support atau resistance. Beberapa saham berpotensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain PTRO, EXCL, INDF, BMRI, ISAT, ICBP, dan WSKT.
Menyudahi perdagangan kemarin, Indeks sust 0,46 persen menjadi 6.987. Beberapa sektor mengalami pelemahan di antaranya teknologi minus 4,07 persen, industri tekor 1,81 persen, dan consumer cyclicals merosot 1,51 persen. Investor asing membukukan net sell pasar regular Rp1,49 miliar. Saham paling banyak dijual investor asing di antaranya BBCA, TLKM, dan BUMI.
Sementara itu, ketiga indeks bursa AS ditutup melemah cukup dalam. Para investor menunggu isyarat The Fed untuk menetapkan suku bunga kali terakhir tahun ini, pada 13-14 Desember 2022 mendatang. Pemodal berspekulasi The Fed tetap mempertahankan kebijakan ketat.
Itu penting untuk menekan inflasi melihat dari prospek ekonomi AS sektor jasa lebih baik dari perkiraan. Sementara pagi ini, bursa Asia diperdagangkan mix. Indeks Nikkei 225 menguat tipis 0,08 persen, dan indeks Kospi menukik 0,52 persen. (*)
Related News
IHSG Merosot 55 Poin, DSSA Rajai Transaksi, Bayan Resources Anjlok
CIMB Niaga Resmikan Lapangan Padel OCTO Arena
IHSG Siang Turun 0,6 Persen ke Level 6.411, Saham Haji Isam Berguguran
Redam Konflik, PT Timah Beli Pasir Timah Masyarakat Babel
Profit Taking, IHSG Dibuka Anjlok Hingga 1,1 Persen Lebih ke 6.373
Wall Street Jeblok, IHSG Tanjaki Level Berikut





