Mengekor Wall Street, IHSG Kian Menyala
Suasana penutupan perdagangan IHSG akhir 2025. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup menguat signifikan kemarin. Itu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setuju menghentikan sementara serangan militer ke Iran selama dua minggu. Keputusan itu, sekaligus menghentikan konflik militer yang sudah berlangsung lebih dari empat minggu, dan menyebabkan penutupan jalur perdagangan minyak global yaitu selat Hormuz.
Dengan pembukaan selat Hormuz selama dua pekan, membuat harga minyak mentah baik jenis WTI susut 16 persen menjadi USD94,441 per barel, dan jenis Bren turun 13 persen menjadi USD94,75 per barel. Trump berencana memindahkan Uranium dengan kadar pemurnian 60 persen dari Iran, tarif, dan pencabutan sanksi.
Ledakan signifikan indeks bursa Wall Street paska gencatan senjata, dan lonjakan harga komoditas diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Penguatan nilai tukar rupiah, dan aliran dana masuk investor asing berpeluang menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Dengan begitu, indeks diprediksi akan melanjutkan penguatan. Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 9 April 2026, indeks akan menyusuri area support 7.200-7.120, dan resistance 7.360-7.440. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan sejumlah saham berikut.
Saham-saham laik untuk koleski tersebut menjadi sebagai berikut. Yaitu, Timah (TINS), Archi Indonesia (ARCI), Aneka Tambang alias Antam (ANTM), Merdeka Copper Gold (MDKA), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Negara Indonesia (BBNI). (*)
Related News
IHSG Dibuka Lunglai, Menukik 1 Persen ke 7.205
IHSG Menguat, Pengamat Ingatkan Risiko Global
IHSG Rebound 4,42 Persen, Ada Potensi Dead Cat Bounce
IHSG Meroket Naik 4,42 Persen, Mejeng di Top 7 Global & Top 4 Asia!
IHSG Melejit 4,42 Persen, Balik ke Atas 7.200
Kesempatan Jadi Pemegang Saham BEI, 10 Kursi AB Dilelang!





