Mengekor Wall Street, IHSG Lanjut Menguat
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali ditutup bervariasi dengan mayoritas menguat. Kondisi itu, mengantarkan Dow Jones untuk kali pertama dalam sejarah berada di atas level 48 ribu. Itu seiring optimisme investor terhadap potensi segera berakhirnya government shutdown yang sudah berlangsung cukup lama.
Di sisi lain, tekanan terhadap beberapa saham berbasis AI berlanjut memaksa Nasdaq kembali berakhir di zona merah. Senat pada Senin malam waktu setempat telah berhasil mengesahkan rancangan anggaran belanja untuk membiayai pemerintahan federal, dan kemudian akan dimintai persetujuan di DPR.
Menurut pemimpin mayoritas DPR Steve Scalise, R-la, akan mengadakan pemungutan suara untuk mengesahkan anggaran belanja pada Rabu pagi waktu Amerika. Penguatan Wall Street, lompatan harga emas, dan aksi beli investor asig diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Dengan begitu, indeks diprediksi melanjutkan penguatan. Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 13 November 2025, indeks akan menyusuri kisaran support 8.340-8.290, dan resistance 8.440-8.485. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengoleksi saham TLKM, JPFA, UNVR, MYOR, BRPT, dan HMSP. (*)
Related News
KISI Catat Pertumbuhan Investor dan Transaksi Sepanjang 2025
SPBU Shell Kembali Jualan RON 92, Berikut Harganya
IHSG Cetak ATH Intraday 8.704,27 di Sesi I, Sektor Ini Pimpin Naik
Salah Sampaikan Nilai Bantuan Beras Pemerintah, Kementan Minta Maaf
Dampaknya Besar, Pertamina Harus Jeli Hitung Kompensasi Subsidi BBM
Produk Halal Indonesia Raup USD10 Juta di JFEX Winter 2025





