Mengekor Wall Street, Koreksi Bayangi IHSG
:
0
Seseorang tampak mengabadikan pergerakan IHSG via ponsel pintar. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi mayoritas melemah tipis. Itu terjadi setelah The Fed memberi sinyal tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga acuan. The Fed kembali mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25-4,50 persen, atau sesuai ekspektasi pasar.
Keputusan tersebut kembali diambil karena The Fed masih menunggu dampak kebijakan tarif diterapkan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Tahun ini, The Fed memberi sinyal akan memangkas suku bunga acuan sebanyak dua kali di tengah adanya potensi stagflasi.
Koreksi mayoritas indeks bursa Wall Street itu, diprediksi akan menjadi sentimen negatif pasar. Sementara lonjakan harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, batu bara, crude palm oil (CPO), gas, nikel, timah, dan pulp berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Oleh sebab itu, indeks diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.050-6.990, dan resistance 7.165-7.220. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham-saham berikut. Yaitu, ANTM, BRPT, TLKM, INTP, BTPS, dan ADMR. (*)
Related News
KISI Cetak Rekor Investor Baru di Q2-2026, Kini Adakan KISI-KISI Skor
Peta Baru Hasil Rebalancing, Sejumlah Saham Unggulan Terdepak
IHSG Turun 0,17 Persen, Transaksi Big Banks Dominan, BMRI-BBCA Menguat
IHSG Sesi I (27/7) Lanjutkan Pelemahan 4 Hari Beruntun 2,62 Persen
Gubernur BI Mendadak Mundur, IHSG Sempat Dibuka Merah!
PT Pos Indonesia Bayar Kompensasi Keterlambatan Sukuk





