EmitenNews.com - Indeks saham di Asia pagi ini Rabu (15/6) dibuka turun mengikuti indeks saham utama di Wall Street.


Semalam indeks saham di Wall Street berakhir varaitif (mixed) dengan S&P 500 menderita penurunan selama 5 hari beruntun. Pada hari Senin S&P 500 memasuki teritori bear market untuk pertama kali sejak Maret 2020 setelah turun lebih dari 20% dari level tertingginya di bulan Januari.


Phillip Sekuritas menilai lonjakan inflasi mendorong investor bersiap menghadapi kenaikan suku bunga acuan di terbesar dalam 28 tahun minggu ini.


"Investor berspekulasi hampir pasti, probabilitas 90%, bank sentral AS (Federal Reserve) akan mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 75 bps, terbesar sejak November 1994. Mereka juga memprediksi bahwa suku bunga yang lebih tinggi kemungkinan akan memicu terjadinya resesi ekonomi pada pertengahan tahun 2023," ulas analis Phillip, Dustin Dana Pramitha.


Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun naik 11 bps menjadi 3.48%, tertinggi sejak April 2011.


Rilis data ekonomi AS semalam memperlihatkan bahwa inflasi di tingkat produsen (Producer Price Index atau PPI) melonjak 10.8% Y/Y di bulan Mei, sedikit lebih lambat dari kenaikan 10.9% Y/Y pada bulan April dan turun dari kenaikan 11.5% Y/Y di bulan Maret.


Secara bulanan (month-on-month), PPI naik 0.8%, lebih cepat dari laju kenaikan 0.4% di bulan April. Data PPI ini memberi sinyal bahwa ancaman inflasi terhadap ekonomi AS belum menunukkan tanda-tanda akan segera mereda.


Dari sisi makroekonomi, investor hari ini menantikan rilis sejumlah data ekonomi Tiongkok untuk bulan Mei seperti Penjualan Ritel, Industrial Production, Tingkat Pengangguran dan Investasi Aset Tetap (Fixed Asset Investment) sepanjang tahun ini (FY2022 YTD).


Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data Neraca Perdagangan bulan Mei Indonesia


Hari ini Phillip Sekuritas memprediksi IHSG cenderung bullish di rentang support 6.920 - resistance 7.102. Berikut data teknikal saham yang direkomendasikan.


TMAS
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Entry Price : 2690
Target Price 1 : 2860
Target Price 2 : 3010
Stop Loss : 2440


UNTR
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Entry Price : 31475-31500
Target Price 1 : 32950
Target Price 2 : 33825
Stop Loss : 30075


PGAS
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Entry Price : 1710
Target Price 1 : 1825
Target Price 2 : 1870
Stop Loss : 1595


SHIP
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Entry Price : 1030
Target Price 1 : 1110
Target Price 2 : 1145
Stop Loss : 935


CSRA
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Entry Price : 825
Target Price 1 : 900
Target Price 2 : 935
Stop Loss : 750.(fj)