Menguat, IHSG Susuri Level 8.729
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Mayoritas indeks Wall Street ditutup melemah tipis pada perdagangan akhir 2025. Sepanjang 2025, pasar saham Amerika Serikat (AS) diwarnai ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Trump, dan euforia terhadap saham berbasis kecerdasan buatan (AI).
Secara tahunan, mayoritas indeks mampu mencetak kinerja solid. Indeks S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq membukukan kenaikan double digit. Pelemahan pasar beberapa hari terakhir sempat menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian investor. Pasalnya, lima hari perdagangan terakhir 2025, dan dua hari pertama tahun depan 2026 dikenal sebagai periode Santa Claus Rally.
Periode itu, umumnya memberi dorongan terakhir bagi saham menjelang akhir tahun. Ke depan, arah kebijakan moneter The Fed diperkirakan menjadi penentu utama sentimen pasar global pada 2026. Itu menyusul data ekonomi terbaru, dan ekspektasi akan kepemimpinan bank sentral lebih dovish, mendorong pasar memperhitungkan pemangkasan suku bunga lanjutan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak dalam fase minor konsolidasi, dan berpeluang untuk mengkonfirmasi pola bullish flag sebagai indikasi sinyal bullish continuation. Namun, tetap waspadai kecenderungan pelaku pasar masih bersikap wait & see, aksi net sell asing, dan koreksi beberapa harga komoditas global diperkirakan dapat menjadi katalis negatif.
So, indeks diramal bergerak bervareasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 2 Januari 2026, indeks akan menjelajahi area support 8.567-8.478, dan resistance 8.729-8.814. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor menjala saham ASII, UNVR, INDY, INCO, PGAS, dan MYOR. (*)
Related News
IHSG Menyala, Borong Saham BBCA, JSMR, dan ASII
Bos BEI Sebut Ada Dua IPO Lighthouse di Awal 2026, Siapa Saja?
Beda Nasib Dua Saham Penghuni Terlama Papan Pemantauan Khusus
Melihat Lagi Gerak DCII dan DSSA, Saham dengan Harga Tertinggi per Lot
Ungguli Bursa Malaysia, IHSG Terbaik Ketiga ASEANĀ
POPSI Khawatir Kenaikan Pungutan Ekspor Lemahkan Daya Saing Sawit RI





