EmitenNews.com - Meski kasus Covid di Indonesia melonjak akibat varian Omicron, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan tingkat keterisian rumah sakit masih relatif terkendali.


“Tidak usah panik kalau melihat jumlah kasusnya naik tinggi. Yang penting yang masuk rumah sakit dan wafat jauh lebih rendah dan masih bisa terkendali,” ujarnya.


Menkes menyampaikan terdapat tiga provinsi yang kenaikan jumlah kasus positifnya telah melampaui jumlah kasus Covid-19 pada gelombang varian Delta yang lalu. Yaitu DKI Jakarta, Banten, dan Bali.


Konfirmasi kasus harian Omicron di DKI Jakarta pada 6 Februari menyentuh kisaran 15.800 kasus, sementara puncak tertinggi saat varian Delta hanya 14.600 kasus.


"Di ketiga provinsi yang jumlah kasus hariannya sudah melebihi dari puncak Delta tersebut menurut Menkes angka yang dirawat di rumah sakit masih di sekitar 30 persenan sampai 50 persenan,” ungkapnya.


Terkait tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR), Menkes mengatakan bahwa per tanggal 6 Februari dari 120 ribu tempat tidur yang disiapkan untuk pasien Covid-19 baru terisi sebesar 18.966 tempat tidur. Sebanyak 15.292 pasien atau 81 persen pasien terkonfirmasi Covid-19 dan sebanyak 3.674 pasien atau 19 persen adalah suspek atau pobable Covid-19.


“Dari 15 ribu (pasien Covid-19), itu 10 ribu itu masih OTG (orang tanpa gejala) dan ringan. Jadi sebenarnya ke depannya kalau kita lebih efisien dengan cara yang OTG dan ringan itu bisa isolasi mandiri atau isolasi terpusat, sebenarnya keterisian rumah sakit kita itu masih sangat rendah, masih sangat rendah,” ujarnya.


Dari 356 pasien Covid-19 yang meninggal dunia sejak 21 Januari, sebanyak 42 persen memiliki penyakit penyerta atau komorbid, 44 persen kelompok masyarakat lanjut usia (lansia), dan 69 persen belum divaksinasi lengkap.


Sementara dari 58 pasien bergejala berat/kritis yang sedang di rawat di rumah sakit vertikal sebanyak 60 di antaranya belum divaksinasi lengkap. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat terutama kelompok rentan untuk segera melakukan vaksinasi.


“Rakyat yang belum divaksin, masyarakat yang belum divaksin, terutama lansia itu harus segera divaksin, dan yang belum dua kali cepat segera divaksinasi dua kali karena ini penting sekali untuk bisa melindungi mereka,” ujar Budi.(fj)