Menteng Heritage (HRME) Lego Anak Usaha Rp214M, Ini Alasannya
Gambar gedung HRME
EmitenNews.com - PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME), emiten perhotelan dan investasi, telah melakukan penjualan saham di anak usahanya, PT Wijaya Wisesa Development (WWD), pada Rabu pekan lalu atau 5 Juni 2024.
Direktur Utama HRME, Christofer Wibisono, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa HRME telah menjual sebanyak 276.017 saham WWD di PT Satria Balitama (SB) kepada PT Pramudya Anggita Danadyaksa Indah (PADI), setara dengan 30% dari jumlah seluruh saham yang dikeluarkan dalam HRME senilai Rp214.556.510.357.
Christofer memaparkan HRME telah meminta penilai independen, yaitu Kantor Jasa Penilai Publik Febriman Siregar dan Rekan. Berdasarkan hasil penilaian dengan menggunakan Pendekatan Aset (ABV method) dan Pendekatan Pasar (Pembanding Perusahaan di Bursa Efek), nilai 276.017 lembar saham atau sebesar 30% pada SB memiliki nilai pasar sebesar Rp199.702.000.000.
"Penjualan saham ini dianggap perlu untuk memitigasi risiko kondisi keuangan jangka menengah panjang dan memperbaiki kondisi keuangan HRME," tuturnya.
Sebagai informasi, WWD merupakan Perusahaan Terkendali yang laporan keuangannya dikonsolidasikan dengan HRME dengan kepemilikan saham sebesar 99,99%, sehingga wajib mengikuti prosedur sesuai regulasi OJK dalam POJK 17/2020. Sementara itu, 30% saham SB dimiliki oleh WWD.
Christofer menambahkan bahwa transaksi ini merupakan transaksi material namun tidak memerlukan adanya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), karena nilai dari transaksi ini hanya 33,5% atau tidak lebih dari 50% dari ekuitas HRME per 31 Desember 2023.
Sementara itu, saham HRME pada perdagangan hari ini, Senin (10/6/2024), per pukul 13.00 WIB berada pada posisi Rp22.
Related News
Tembus Rp1,47T, Laba Astra Agro (AALI) Melonjak 28,25 Persen di 2025
OJK Bongkar Kasus Transaksi Semu Saham IMPC 2016, Ini Kronologisnya
Bos NTBK Jual Berturut 50 Juta Saham, Total Nilai Rp4,6 Miliar
Dalam Proses Akuisisi, Pengendali DPUM Diam-Diam Jual 25 Juta Saham
PKPU Jerat Anak Usaha HILL, Kontributor 99,86 Persen Pendapatan Grup
Jelang Beku, Broker Boy Thohir (TRIM) Buang 105,76 Juta Lembar





