Miliki Outlook Positif, J.P. Morgan Patok Target IHSG di 7.500 Hingga Akhir Tahun
:
0
EmitenNews.com—Perusahaan jasa keuangan J.P. Morgan memperkirakan adanya momentum positif di pasar modal Indonesia di tahun 2022 yang akan berlanjut di tahun 2023, dengan konsumsi domestik dan fundamental yang tetap kuat, khususnya terkait pendapatan perusahaan tetap terjaga stabil.
J.P. Morgan pun mempertahankan peringkat “overweight” (OW) di pasar saham Indonesia–yang merupakan salah satu pasar dengan kinerja terbaik di Asia Pasifik pada tahun 2022–memperkirakan IHSG akan mencapai level 7.500 pada akhir tahun 2023.
Pandangan positif tersebut datang bahkan ketika pasar saham lokal telah melihat aliran dana asing keluar sejak awal tahun, karena investor memindahkan dana ke China setelah ekonomi terbesar kedua di dunia itu membuka kembali perbatasannya dan mencabut kebijakan zero tolerance Covid-19 selama tiga tahun.
“Kami percaya bahwa aliran dana ekuitas yang keluar baru-baru ini sebagian besar didorong oleh adanya pembukaan kembali perdagangan dari China, dimana investor menggunakan Indonesia sebagai sumber pendanaan setelah kinerja pasar saham yang luar biasa tahun lalu. Pada dasarnya, konsumsi domestik Indonesia tetap kuat dan pendapatan perusahaan bahkan tumbuh tinggi, dan kami yakin bahwa pasar saham Indonesia akan tetap memiliki outlook positif tahun ini karena investor memutuskan untuk buy on weakness,” kata Gioshia Ralie, Senior Country Officer J.P. Morgan Indonesia.
Selain itu, rupiah Indonesia yang menguat dan naik sekitar 3 persen tahun ini terhadap dolar AS – karena investor asing kembali ke pasar obligasi lokal – juga akan memberikan iklim investasi yang suportif terhadap pasar saham dalam waktu dekat.
Related News
Bobol Jembatan Kripto, Peretas Korut Kuras USD38 Juta Dalam 7 Jam
Wamenkomdigi Ingatkan Risiko AI di Sektor Keuangan dan Kesehatan
Top Losers Sepekan, MORA, ENRG, IFSH Kompak Ambles 29 Persen
Top Gainers Sepekan, Ada Eks Saham Gocap, MMIX hingga TMPO
IHSG Turun 7 Persen Sepekan, Market Cap Jebol ke Rp8.862 Triliun
Tuna dan Gurita RI Laris, Raup Rp522 Miliar di Conxemar 2026





