EmitenNews.com—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (22/11) turun 0,46% atau 32,66 poin ke level 7.030,59. Total volume transaksi yang diperdagangkan mencapai 21,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 10,8 triliun. Sebanyak 260 saham melemah, 242 saham yang menguat dan 201 saham stagnan.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas mengatakan, untuk pertengahan perdagangan di pekan ini, Rabu 23 November 2022, IHSG cenderung melemah terbatas pada range support di level 6921 dan posisi resistance 7152.
Pergerakan IHSG masih menunjukkan pola tekanan terbatas, masih minimnya sentimen yang terjadi masih menjadi tantangan tersendiri bagi pasar modal Indonesia sehingga belum terlihat adanya booster yang dapat mendorong kenaikan IHSG dalam beberapa waktu mendatang, namun momentum fluktuatif harga masih dapat terus dimanfaatkan oleh investor baik jangka pendek, menengah maupun panjang, untuk melakukan trading ataupun investasi jangka pendek.
Saham-saham pilihan dari Yugen Sekuritas yang disodorkan untuk para pelaku pasar di tengah pekan ini adalah Bank BCA (BBCA), Indo Tambangraya Megah (ITMG), Semen Indonesia (SMGR), Gudang Garam (GGRM), Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Summarecon Agung (SMRA), Bank BNI (BBNI) dan Astra Agro Lestari (AALI).
Related News
IHSG Gaspol di Pembukaan 2026, Langsung Cetak Rekor Tertinggi Baru
IHSG Semringah di Sesi I Awal 2026, Menkeu Proyeksikan Bakal 10.000!
3,8 Juta Tiket KA Terjual Selama Periode Nataru
Pulihkan Sumatra, PINTU Bagikan Starlink untuk Konektivitas Darurat
Penyaluran Pupuk Bersubsidi Langsung Tancap di Awal 2026
Menkeu Purbaya Optimis! Sebut IHSG Bisa Tembus 10.000 di 2026





