Minyak Drop, IHSG Siap Rebound
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi mayoritas menguat tipis. Itu seiring koreksi harga minyak mentah, dan aksi jual masif investor terhadap saham produsen chip mulai reda. Harga minyak mentah terkoreksi cukup dalam menyusul jeda aksi jual beli serang Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Di mana, WTI turun hingga 7,5 persen k elevel 82.61 per barel, dan untuk Brent terkoreksi 8,7 persen menjadi USD88,36 per barel. Sementara itu, saham produsen semikonduktor masih membukukan pelemahan meski rebound dari level terendah harian. AMD susut 5,17 persen, dan Teradyne anjlok 4,33 persen.
Sedang Micron Technology minus 2,25 persen. Pelemahan itu, membuat The VanEck Semikonduktor ETF harus kembali mengakhiri perdagangan di teritori negatif dengan mencatat perosotan 2,25 persen. Penguatan indeks bursa Wall Street, dan harga beberapa komoditas mineral logam diprediksi menjadi sentimen positif pasar.
Di sisi lain, aksi jual masif investor asing berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Dengan demikian, IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 6.125-6.065, dan resistance 6.245-6.310.
Berdasar data dan fakta tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Bank BCA (BBCA), Bank BTN (BBTN), Cisarua Mountain Dairy alias Cimory (CMRY), Astra Agro Lestari (AALI), Triputra Agro Persada (TAPG), dan Adaro Andalan Indonesia (AADI). (*)
Related News
IHSG Bergerak Volatil, Dibuka Turun 0,2 Persen ke Level 6.173
IHSG Hari Ini Potensi Balik Menguat?
Tunggu Bos Baru BI, IHSG Konsolidatif
Siap Gelar Fit and Proper Test, DPR Minta BI Tetap Independen
Genjot Sektor Riil, Pemerintah Bebaskan Bea Masuk MRO dan LPG
KISI Cetak Rekor Investor Baru di Q2-2026, Kini Adakan KISI-KISI Skor





