EmitenNews.com -Emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK) merek "HEXSOUL", PT Mitra Tirta Buwana Tbk (SOUL), bersiap memasuki fase pertumbuhan baru setelah berhasil merealisasikan pembangunan pabrik pada tahun 2025. Perseroan kini mengalihkan fokus pada optimalisasi kapasitas produksi untuk memperkuat penetrasi pasar di tahun 2026.

Direktur Utama Perseroan, Bapak Kasmin, menyatakan bahwa tahun 2025 merupakan tonggak sejarah penting (milestone) yang menjadi fondasi bagi ekspansi yang lebih agresif. Fokus penggunaan sumber daya pada tahun lalu memang dialokasikan untuk penyelesaian aset pabrik tersebut.

"Pembangunan pabrik tersebut merupakan langkah strategis Perseroan dalam meningkatkan kapasitas produksi, menjamin kualitas produk yang lebih terstandarisasi, serta mendukung efisiensi operasional jangka panjang," ujar Bapak Kasmin, Direktur Utama PT Mitra Tirta Buwana Tbk.

Alokasi CAPEX 2026 untuk Optimalisasi Untuk mendukung target pertumbuhan tahun ini, Perseroan telah mengalokasikan belanja modal atau Capital Expenditure (CAPEX) yang difokuskan pada penguatan operasional pabrik yang baru terbangun. Rencana penggunaan CAPEX 2026 meliputi:

Penyempurnaan fasilitas produksi: Penambahan dan peningkatan kapasitas mesin. Pengadaan peralatan pendukung: Sistem pengolahan air, utilitas, dan fasilitas quality control. Pengembangan infrastruktur: Pengembangan gudang, sistem distribusi, dan sarana logistik. Peningkatan teknologi: Penerapan proses produksi yang lebih modern untuk mendukung efisiensi biaya.

Strategi Ekspansi dan Prospek Pasar Perseroan melihat peluang pasar AMDK masih sangat besar, terutama untuk ekspansi ke segmen galon, botol, dan produk premium. Strategi utama yang akan dijalankan mencakup diferensiasi produk seperti air alkali/mineral, penerapan harga yang kompetitif, serta perluasan distribusi ke kanal B2C (rumah tangga) dan B2B (kantor, hotel, dan restoran).

Selain itu, manajemen berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola perusahaan (good corporate governance). Opini audit yang diterima pada periode sebelumnya dijadikan cambuk bagi Perseroan untuk memperkuat kontrol internal dan manajemen risiko demi meningkatkan nilai perusahaan serta kepercayaan investor jangka panjang.

"Dengan beroperasinya pabrik baru, kami memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mendorong pertumbuhan pendapatan dan meningkatkan daya saing di industri," pungkas Kasmin.