EmitenNews.com - Rebalancing indeks MSCI periode Mei 2026 baru saja efektif menghapus sejumlah 18 saham dan 1 saham yang diturunkan kelasnya pada penutupan bursa Jumat, 29 Mei 2026, tapi tekanan untuk Bursa RI masih belum usai.

Dua isu kembali menghantui kronik pasar IHSG di bulan Juni. Yakni, tekanan jual lanjutan dari rebalancing indeks FTSE dan hasil MSCI Market Accessibility Review yang mana ke depannya akan menentukan nasib status emerging market Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah memberi sinyal rapuhnya pasar di menit akhir rebalancing MSCI kemarin. Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), IHSG tiba-tiba terbanting jatuh dari posisi +0,83 persen menjadi terjungkal -0,05 persen di level 6.127,38.

Dari 6 saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard Indexes, 4 saham mencatat kenaikan. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) menyentuh batas kenaikan harian atau ARA 25% pada perdagangan Jumat (29/5). 

Sementara itu, lain hal justru selayaknya terjadi di MSCI Small Cap Indexes seluruhnya terpantau merah imbas depakan MSCI. Terkecuali, satu saham yakni, PT Triputra Agro Resources Tbk. (TAPG) yang tercatat menghijau imbas sentimen dividen.

Di sisi lain, saham-saham blue chip terutama big banks mengalami pelemahan. Pelemahan utamanya merefleksikan penurunan bobot dalam indeks MSCI seiring penyesuaian free float.

Rinciannya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 4,6%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 3,9%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 1,2%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 3,7%.

Merujuk catatan riset Stockbit Sekuritas pada Jumat (29/5/2026) menguatnya BREN, CUAN, dan beberapa saham terdepak dari MSCI Global Standard Indexes menjadi indikasi optimisme baru secara selektif pasca terlewatinya tekanan jual masif.

“Dalam waktu dekat, tekanan jual kembali datang dari indeks FTSE, namun magnitudenya relatif lebih kecil dan dengan daftar saham yang berbeda,” terang Stockbit.

Menurut fokus Stockbit, katalis substansial berikutnya adalah pengumuman MSCI Market Accessibility Review pada Juni 2026. Lalu, selanjutnya pasar akan mencermati dua hal: