MTEL Tak Lagi Khawatir Free Float, Kepemilikan GIC Sudah Diakui BEI
:
0
Manajemen PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dalam paparan publik di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026
EmitenNews.com - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) memastikan telah memenuhi ketentuan terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai porsi kepemilikan saham publik dan dapat ditransaksikan secara bebas di pasar (free float) setelah kepemilikan saham oleh Government of Singapore Investment Corporation (GIC) resmi diakui sebagai bagian dari free float.
Perseroan mengungkapkan, pengakuan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga porsi free float MTEL meningkat signifikan dari hampir 13,6% menjadi 18,9% berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Efek (LBRE) periode Juni 2026.
"Juni ini kita dapat approval dari IDX dan regulator OJK bahwa saham yang dimiliki GIC sudah masuk kategori free float. Nanti di laporan pemegang saham Juni, free float dilaporkan sekitar 18,9%," ujar Investor Relations Mitratel dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Sebelumnya, Mitratel masih berada di bawah ambang batas minimum free float 15% yang diwajibkan Bursa. Perseroan kemudian mengajukan permohonan agar kepemilikan sovereign wealth fund Pemerintah Singapura yang sebesar sekitar 5,3% dapat dikategorikan sebagai saham publik.
Permohonan tersebut mengacu pada Surat Edaran BEI yang memperbolehkan kepemilikan sovereign wealth fund (SWF) milik pemerintah asing dengan porsi di bawah 10% untuk diklasifikasikan sebagai free float, sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku.
Dengan pengakuan tersebut, free float Mitratel kini melonjak menjadi sekitar 18,9%, sehingga Perseroan telah memenuhi ketentuan BEI mengenai komposisi saham publik.
Bagi Dividen 98% dari Laba
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk selaku perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, terus memperkuat kepemimpinannya melalui kinerja keuangan yang solid, pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta transformasi menuju Next-Generation Tower Company.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun atau Rp25,6 per saham, setara dengan 98% dari laba bersih Perseroan.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, payout ratio tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di industri dan merupakan tahun kedua berturut-turut Mitratel membagikan dividen dengan payout ratio sebesar 98%
Related News
Humpuss Maritim (HUMI) Borong 2 Kapal Anyar
IPO INACO (JELI), JECX, & Prodia (PRDL) Ditawar Harga Segini, Minat?
GPSO Private Placement Rp28,47 Miliar, Pengendali Pasang Badan
Hari ini, UNTR Eksekusi Buyback Rp2 Triliun
WMPP Kapok Rugi, Kuartal I Laba Melangit 317 Persen
Pangkas Harga LNG, Saham PGAS Ambruk





