EmitenNews.com - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan laba bersih sebesar Rp55,185 miliar pada tahun 2021, atau naik 139,1 persen dibandingkan tahun 2020 yang hanya Rp23,976 miliar.

 

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2021 telah audit emiten konstruksi BUMN ini yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/3/2022). Hasil itu mendongkrak laba per saham dasar menjadi Rp15,5, jauh lebih besar dibandingkan akhir tahun 2020 yang hanya Rp6,73.

 

Jelasnya, pendapatan usaha tumbuh 6,48 persen menjadi Rp11,53 triliun.

 

Rincinya, pendapatan dari rekayasa dan konstruksi tumbuh 18,2 persen menjadi Rp9,366 triliun. Serupa, pendapatan investasi dan konsesi naik 139 persen menjadi Rp478,72 miliar.

 

Tapi pendapatan dari properti terpapas 45,25 persen menjadi Rp895,69 miliar. Senasib,pendapatan manufaktur turun 26,12 persen tersisa Rp789,28 miliar.

 

Walau beban pokok pendapatan membengkak 7,5 persen menjadi Rp9,774 triliun, tapi laba kotor tumbuh 1,2 persen menjadi Rp1,756 triliun.

 

Menariknya, perseroan dapat menekan beban umum dan administrasi sedalam 12,6 persen menjadi Rp623,36 miliar.

 

Pada sisi lain, bagian laba venture bersama meningkat 131,41 persen menjadi Rp361,81 miliar.

 

Sementara itu, aset perseroan tumbuh menjadi Rp39,9 triliun. Hal itu dipicu penerbitan Obligasi senilai Rp4,24 triliun, tahun lalu tercatat nihil.