GMF Aero Asia (GMFI) Optimis di 2026, Bidik Ekspansi Timur Tengah
:
0
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI). Foto: istimewa
EmitenNews.com - Emiten Garuda Indonesia Group menatap optimis tahun 2026 diiringi sejumlah rencana ekspansi besar. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membidik Timur Tengah sebagai tahap awal ekspansi ke berbagai negara. Hal itu disampaikan dalam paparan public expose secara daring, Rabu (10/6/2026).
Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan, optimisme itu didorong performa keuangan yang melonjak pada kuartal I 2026. GMFI berhasil membukukan laba berjalan sebesar USD6,76 juta atau sekitar Rp107 miliar. Angka ini melonjak signifikan sebesar 78,28% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama pada tahun 2025 yang sebesar USD3,79 juta.
Andi juga mengungkapkan bahwa lini kapasitas hanggar GMFI bahkan telah terisi penuh alias full booked hingga akhir tahun 2026. Saat ini, GMFI sudah mulai bergerak mengamankan kontrak perawatan pesawat untuk tahun 2027 dan tahun-tahun mendatang.
Terkait ekspansi bisnis ke Timur Tengah, GMFI menerangkan akan melalui operasional fasilitas hanggar baru dengan skema joint venture.
GMFI memperkuat sinergi domestik melalui kerja sama dengan Pelita Air Service di Bandara Pondok Cabe yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni 2026. Fasilitas ini akan difokuskan untuk perawatan pesawat turbo-propeller ATR dan rotary wing (helikopter Bell-412).
Selain itu, GMFI juga melanjutkan tahapan proyek pengembangan Airspace Park berkolaborasi dengan Kementerian Bappenas dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).
"Didukung kapabilitas engineering, fasilitas produksi, serta perolehan sertifikasi internasional, inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas partisipasi dan latihan pasok industri aerospace global," ujarnya.
Di sisi lain, GMFI juga menangkap peluang dari pemerintah yang berencana melakukan modernisasi alutsista. Termasuk memanfaatkan skema offset dari pembelian pesawat militer baru untuk meningkatkan kapabilitas perawatan armada pertahanan domestik.
Andi juga menyebut langkah ekspansi yang diambil GMFI, beriringan dengan masuknya industri penerbangan ke era MRO Supercycle.
Diperkirakan, nilai pasar MRO global saat ini diperkirakan telah menembus lebih dari USD114 miliar, sementara pasar domestik diproyeksikan mencapai USD2,1 miliar pada tahun 2034 mendatang.
Related News
OMED Tebar Dividen Rp110 Miliar, Siapkan 17 Juta Saham untuk MESOP
Saham Sinarmas Naik 70 Persen Jadi Rp2,4 Juta/Lot, Dicap Aneh Oleh BEI
Anjlok 72,46 Persen dari ATH, Bursa Umumkan Suspensi Emiten Nikel Ini
ISSP Siap Tebar Dividen, Cum Date Minggu Depan
Segera Cair, Cek Jadwal Dividen Surya Biru (SBMA)
ISSP Jadwal Dividen Rp20 per Lembar, Cum Date 17 Juni 2026





