EmitenNews.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menunjukkan ketahanan bisnis di sepanjang semester I 2026. Emiten semen pelat merah itu membukukan kenaikan volume penjualan dan harga sahamnya turut menguat pada perdagangan Selasa (28/7/2026).

Sepanjang semester I 2026, Perseroan mencatat volume penjualan sebesar 18,27 juta ton atau tumbuh 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 17,3 juta ton.

Corporate Secretary Semen Indonesia Group (SIG), Vita Mahreyni, mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang strategi penguatan pengelolaan pemasaran dan penjualan, termasuk memastikan ketersediaan produk serta memperluas jangkauan pasar.

"Kinerja penjualan yang positif merupakan bukti konsistensi SIG menjalankan transformasi, khususnya dalam penguatan pengelolaan pasar mikro. Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara sehingga transformasi BUMN membuahkan hasil nyata dan menciptakan nilai bagi negara serta seluruh pemangku kepentingan," ujar Vita, dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Perseroan juga terus memperkuat penjualan di segmen ritel yang selama ini menyumbang sekitar 70% dari total pendapatan perseroan. Ke depan, perseroan membidik Jawa Barat sebagai salah satu motor pertumbuhan, seiring permintaan semen di wilayah tersebut meningkat 7,5% secara tahunan pada semester I 2026.

Menurutnya, penguatan pasar mikro di berbagai wilayah menjadi strategi utama untuk memenangkan persaingan sekaligus menjaga pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan.

Perdagangan saham SMGR di Bursa Efek Indonesia hari ini melibatkan 15 juta saham dengan frekuensi 4.441 kali dan total nilai perdagangan Rp22,10 miliar. Harga saham SMGR ditutup menguat 25 poin atau 1,72 ke Rp1.480. Pergerakan intraday di level 1.430 hingga 1.495 per saham.

Untuk diketahui, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali merombak daftar penghuni Indeks LQ45 melalui evaluasi mayor bulan Juli 2026, Senin (27/7/2026). Berdasarkan evaluasi tersebut, dua saham baru masuk dalam jajaran indeks saham yang paling likuid di bursa.

BEI menetapkan PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebagai penghuni baru daftar LQ45. Sementara PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) resmi dikeluarkan dari indeks tersebut.