EmitenNews.com - Merck (MERK) memutuskan membagi dividen tunai Rp123,2 miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 51,51 persen dari torehan laba bersih periode tahun buku 2025 senilai Rp243,89 miliar. Oleh sebab itu, para investor akan mendapat suntikan dividen Rp275 per lembar. 

Merujuk penutupan perdagangan saham MERK edisi Jumat, 29 Mei 2026 di level Rp3.900, maka dividen yield sekitar 7,05 persen. Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 25 Mei 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut. 

Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 5 Juni 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 8 Juni 2026. Cum dividen pasar tunai pada 9 Juni 2026. Ex dividen pasar tunai pada 10 Juni 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 9 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. 

Pembayaran dividen pada 24 Juni 2026. Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, MERK mengemas laba bersih Rp243,89 miliar. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi sejumlah Rp931,27 miliar. Dan, total ekuitas terkumpul Rp975,71 miliar. 

Promosi ke Papan Utama

MERK salah satu dari 26 emiten naik kelas di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah resmi berdasar dari rotasi Papan Pengembangan (DBX) ke Papan Utama per Jumat, 29 Mei 2026. Perlu diketahui, Papan Utama merupakan wadah bagi korporasi atau emiten telah mapan yakni, berumur minimal 3 tahun, aset bersih Rp100 miliar, telah mengantongi laba setahun terakhir, ditopang 1.000 lebih investor, dan harga IPO di atas Rp100.

Sebaliknya, Papan Pengembangan menampung emiten tengah bertumbuh misalnya dengan skala aset Rp50-250 miliar, telah beroperasi minimal setahun, pemegang saham 500 pihak, harga IPO di atas Rp100, dan boleh belum untung akan tetapi tahun kedua wajib cetak laba. “Berdasar ketentuan, kami telah umumkan daftar perpindahan papan pencatatan pada 20 Mei 2026,” tulis BEI, seperti dicuplik Rabu (27/5). 

So, berikut daftar 26 emiten naik kasta Papan Utama. Yaitu, Akasha Wira International (ADES), Alkindo Naratama (ALDO), Asuransi Multi Artha Guna (AMAG), Bank Amar Indonesia (AMAR), Bank Mestika Dharma (BBMD), Baramulti Suksessarana (BSSR), Citra Borneo Utama (CBUT), Central Omega Resources (DKFT), Diamond Food Indonesia (DMND), Enseval Putera Megatrading (EPMT), FKS Multi Agro (FISH), Galva Technologies (GLVA). 

Lalu, Gozco Plantations (GZCO), DFI Retail Nusantara (HERO), Jakarta International Hotels & Development (JIHD), Jakarta Setiabudi Internasional (JSPT), Lippo Cikarang (LPCK), Bank Multiarta Sentosa (MASB), Merck (MERK), Bank Nationalnobu (NOBU), Provident Investasi Bersama (PALM), Nusantara Pelabuhan Handal (PORT), Famon Awal Bros Sedaya (PRAY), Teladan Prima Agro (TLDN), Surya Toto Indonesia (TOTO), dan Chandra Asri Pacific (TPIA). (*)