EmitenNews.com - Penyedia indeks global, MSCI Inc resmi mengeluarkan emiten unggas terbesar Bursa Efek Indonesia (BEI) dari Global Standard Index, Kamis (13/8). Emiten itu adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

Meski dikeluarkan dari indeks tersebut, MSCI masih memberikan kesempatan bagi CPIN menjadi penghuni Global Small Cap Index.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menilai situasi CPIN cenderung lebih konstruktif dibandingkan emiten lain yang juga didepak dari MSCI Global Standard Index.

Meski tetap berpotensi mengalami passive outflow dan menekan harga dalam jangka pendek, berkat fundamental bisnis yang kuat, CPIN masih dapat diperhitungkan sebagai instrumen investasi.

"CPIN masih memiliki fundamental yang relatif kuat karena ditopang oleh bisnis poultry yang terintegrasi, posisi pasar yang kuat, potensi perbaikan margin apabila harga jual ayam dan DOC lebih sehat, efisiensi biaya pakan, serta potensi pemulihan daya domestik," ujar Nafan kepada EmitenNews.

Kendati terjadi koreksi imbas rebalancing MSCI, Nafan mengatakan CPIN masih menarik untuk dicermati sebagai peluang akumulasi bertahap.

"Terutama apabila valuasinya menjadi lebih reasonable," pungkasnya.

EmitenNews telah mencoba menghubungi pihak CPIN, namun hingga berita ini tayang belum ada respons.

Pada perdagangan Kamis (13/8) saham CPIN ditutup di zona merah, terkoreksi 2,54% atau turun 80 poin ke level Rp3.070. Kinerja CPIN dalam tiga bulan terakhir pun masih tercatat menyusuri zona merah, melemah 22,86% atau turun 910. Dan secara year to date, CPIN telah melemah 31,93% atau turun 1.440.