EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,14 persen menjadi 6.599. IHSG sempat mencapai level 6.608, namun ditutup di bawah level psikologis 6.600. Kalau IHSG mampu bertahan di atas 6.635, maka berpeluang akan menutup gap 6.705.

Namun, sebeliknya kalau gagal maka IHSG diperkirakan berkonsolidasi pada kisaran 6.535-6.635. Di sisi lain, data inflasi domestik meningkat menjadi 3,19 persen YoY edisi Agustus 2026 dari 2,88 persen YoY . Kenaikan inflasi itu, didorong lompatan harga makanan, transportasi, dan kenaikan inflasi inti 2,96 persen YoY dari sebelumnya 2,76 persen YoY.

Indeks manufaktur PMI kembali mengalami kontraksi pada level 49.8 edisi Agustus 2026 dari periode Juli 2026 di level 50.2. Meski berada pada area kontraksi, namun masih lebih baik dibanding posisi pada April, dan Juni 2026. Sementara di luar dugaan, neraca perdagangan surplus USD0,13 miliar Juli 2026, setelah dua bulan beruntun defisit.

Pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027. Nah, guna mencapai sasaran itu, pertumbuhan investasi perlu dipercepat hingga 7 persen. Target pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi arah utama kebijakan ekonomi, dan fiskal dalam penyusunan RAPBN 2027. Investasi pemerintah akan berperan sebagai katalis.

Sektor swasta didorong menjadi motor utama investasi. Danantara akan berkontribusi terhadap investasi sektor strategis dan hilirisasi. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan Bank BCA (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), Bank BRI (BBRI), Bumi Resources (BUMI), Petrosea (PTRO), dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN). (*)