Nike PHK Massal, 1.400 Karyawan Kehilangan Pekerjaan
:
0
Nike melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.400 orang karyawan. Foto: Emitennews/Firkah Fansuri
EmitenNews.com - Raksasa produsen sepatu, Nike mengumumkan pada Kamis bahwa mereka akan memangkas sekitar 1.400 pekerja di seluruh organisasi, dengan sebagian besar pengurangan terkonsentrasi di departemen teknologi.
Pemutusan hubungan kerja ini (PHK) merupakan bagian dari strategi pemulihan Nike "Win Now", menurut catatan dari Chief Operating Officer Nike Venkatesh Alagirisamy.
Menurut laporan dari CNBC, mengutip sebuah memo sebagaimana dilansir Investing.com, Jumat (24/4/2026), perusahaan mengatakan pemutusan hubungan kerja ini bertujuan untuk membentuk kembali tim teknologinya, memodernisasi manufaktur sepatu Air, memindahkan beberapa operasi Converse Footwear, dan mengintegrasikan pekerjaan rantai pasokan material ke dalam tim rantai pasokan alas kaki dan pakaiannya.
"Secara kolektif, perubahan ini akan mengakibatkan pengurangan sekitar 1.400 posisi dalam operasi global, dengan sebagian besar di bidang teknologi," tulis Alagirisamy. "Pengurangan ini sangat berat bagi rekan kerja yang terkena dampak langsung dan juga bagi tim di sekitarnya."
Seorang juru bicara Nike mengatakan pemutusan hubungan kerja ini mewakili kurang dari 2 persen dari total jumlah karyawan global perusahaan. Pemutusan hubungan kerja ini memengaruhi karyawan di seluruh Amerika Utara, Asia, dan Eropa.
"Ini bukan arah baru," tulis Alagirisamy. "Ini adalah fase selanjutnya dari pekerjaan yang sudah berjalan."
Perusahaan mulai memberi tahu karyawan yang terkena dampak pada hari Kamis. Pengumuman ini menyusul pemutusan hubungan kerja terhadap 775 karyawan Nike yang terjadi pada bulan Januari.
Related News
Tujuan Ekspor, RI Bidik Kesepakatan Dagang dengan AS USD33 Miliar
Kejar Target Lifting 2027, SKK Migas Siapkan Strategi Produksi Minyak
Airlangga Optimistis Rupiah tak Tembus Rp19.000/USD, Begini Alasannya
Omzet Produk UMKM Jaringan Toko Kelontong SRC Capai Rp12,9 Triliun
Pasokan Gas RI Susut, Morgan Stanley Proyeksi Dampaknya
Susul Wall Street, Saham Teknologi Pacu Nikkei 225 Naik 1,1%





