Obligasi dan Minyak Bergejolak, Investor Serbu Emas
:
0
Emas batangan. (Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga emas dunia terus merangkak naik dan diperdagangkan di atas USD4.500 per ons pada perdagangan Jumat. Logam mulia ini berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut seiring peralihan minat investor ke aset aman (safe haven).
Berdasarkan laporan Trading Economics, peralihan investasi ke emas dipicu oleh tingginya volatilitas di pasar mata uang dan obligasi global. Selain itu, tren kenaikan harga minyak mentah dunia memperkuat kekhawatiran pasar terhadap lonjakan risiko inflasi.
Harga emas melonjak lebih dari 4% pada Rabu setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana menggandakan pembelian kembali (buyback) utang jangka panjang. Rencana intervensi untuk menekan biaya pinjaman tersebut sempat membuat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan indeks Dolar AS merosot tajam.
Meskipun imbal hasil obligasi AS membalas penurunan di hari berikutnya akibat kekhawatiran bahwa langkah pemerintah hanya bersifat sementara, emas tetap mempertahankan posisinya. Daya tarik emas terus ditopang oleh tingginya permintaan investasi serta aksi pembelian berkelanjutan oleh bank sentral dunia, terutama dari Tiongkok.
Emas tetap didukung oleh permintaan investasi yang kuat dan pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, terutama dari China.
Kenaikan harga emas dunia hingga melampaui level USD4.500 per ons ini memberikan dampak langsung ke pasar domestik Indonesia. Tren penguatan logam mulia global berpotensi mengerek naik harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) serta mendorong lonjakan transaksi investasi emas di masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap risiko inflasi.(*)
Related News
Harga Minyak Tembus USD93, APBN dan BBM Dalam Tekanan
Efek Buyback Mereda, Wall Street Tertekan Utang AS
Harga Ayam Stabil Rp42 Ribu, Margin Emiten Unggas Aman
Impor Minyak Melonjak, Defisit Dagang Jepang Membengkak
Selat Hormuz Panas, Minyak Dunia Tertahan di USD86
Buyback Obligasi Melonjak, Sinyal Hijau Pasar AS





