Impor Minyak Melonjak, Defisit Dagang Jepang Membengkak
:
0
Defisit perdagangan Jepang melebar tajam menjadi 634,5 miliar yen pada Juli 2026 dari 156,3 miliar yen pada periode yang sama tahun sebelumnya karena melonjaknya impor minyak. (Ilustrasi: Gemini AI)
EmitenNews.com - Defisit perdagangan Jepang melebar tajam menjadi 634,5 miliar yen pada Juli 2026 dari 156,3 miliar yen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh laju pertumbuhan impor yang melampaui kinerja ekspor, sekaligus menjadi defisit bulanan terbesar sejak Januari 2026.
Laporan data Trading Economics mencatat total nilai impor Jepang melonjak 27,8 persen year-on-year menyentuh rekor baru sebesar 12.146,3 miliar yen. Lonjakan tersebut melampaui proyeksi pasar sebesar 26,5 persen dan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sejak November 2022.
Kenaikan impor dipengaruhi oleh solidnya permintaan domestik pascastimulus pemerintah akhir 2025, serta lonjakan impor minyak mentah sebesar 53,5 persen. Melesatnya pembelian minyak terjadi seiring langkah Jepang melakukan diversifikasi pasokan di luar Selat Hormuz akibat ketegangan kawasan yang berkelanjutan.
Langkah pengalihan rute dan diversifikasi energi oleh Jepang menjadi cerminan tingginya ketidakpastian pasar energi di kawasan Asia. Sebagai negara yang juga mengandalkan impor energi, dinamika pasar global ini turut menjadi perhatian bagi kestabilan harga dan pasokan minyak di Indonesia.
Di sisi lain, ekspor Jepang tumbuh 23,2 persen menjadi 11.511,8 miliar yen, melampaui konsensus pasar sebesar 19,9 persen. Pengiriman barang naik selama 11 bulan berturut-turut, ditopang pelemahan nilai tukar yen serta tingginya permintaan cip kecerdasan buatan (AI), meski terbayang risiko gangguan rantai pasokan imbas konflik Timur Tengah.(*)
Related News
Emas Dunia Tertahan, Emas Antam Ikut Stagnan
Suku Bunga AS Berpotensi Naik, Harga Emas Global Tahan Diri
Daya Tawar Lemah, Harga Baja HRC Indonesia Merosot ke USD515
I-EU CEPA dan 2 FTA Baru Siap Pacu Emiten Komoditas Berikut
Kilang Aramco Diserang, Harga Minyak Naik 5 Hari Beruntun
Perkuat Peran, Jasindo Lindungi 20.838 Aset Negara Berbasis Risiko





