EmitenNews.com - Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agus Edy Siregar menyatakan pihaknya mendorong pengembangan instrumen keuangan hijau dan berkelanjutan di Indonesia yang saat ini semakin baik.
"Pengembangan ini (instrumen keuangan hijau dan berkelanjutan) sudah mulai baik dan sampai saat ini dalam G20 isu green economy menjadi isu besar yang didiskusikan secara global," katanya dalam Agenda Presidensi G20 Indonesia di Jakarta hari ini, Jumat (18/2).
Agus mengatakan sudah ada beberapa sustainable finance yang diluncurkan seperti green bond yang sekitar Rp32,1 triliun, sustainable financing atau loan sekitar 55,9 miliar dolar AS atau Rp809 triliun, serta blended finance mencapai 3,27 miliar dolar AS untuk 55 proyek.
"Tapi ini masih dalam catatan bahwa itu data sebelum kita adjust Taksonomi Hijau yang baru saja di launching," ujarnya.
Menurut Agus, terdapat tantangan beberapa tantangan dalam mengeluarkan suatu instrumen hijau seperti kurangnya insentif terhadap penerbitan green bond atau pembiayaan di sektor hijau. Hal itu terjadi karena diperlukan adanya tambahan prosedur untuk melakukan verifikasi atau penentuan bahwa satu sektor ini merupakan sektor hijau atau tidak.
Related News
BI Soroti Era Suku Bunga Tinggi di Tengah Ketidakpastian Global
BEI Luncurkan Green Equity, Wadah Baru Saham Eco-Friendly Pasar Modal
BEI Beri Kado Suspensi 72 Emiten Bandel, Alasannya Karena Ini
Hadapi Risiko Digital, BI Tata Struktur Industri Sistem Pembayaran
Bos BEI Serukan Jangan Panik ke Investor Soal Penggantian Gubernur BI
Daftar Terbaru Indeks Kompas100, BREN Keluar BNBR Masuk





