EmitenNews.com - Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya menyampaikan ralat atas pengumuman 14 Agustus 2026 terkait mundurnya jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang sedianya digelar hari ini Selasa, 15 September 2026.

Penyelenggaraan RUPSLB terkait demutualisasi tersebut menunggu pemberitahuan lebih lanjut yang akan disampaikan kepada Pemegang Saham melalui surat tercatat dan situs web Perseroan, dengan memperhatikan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penundaan ini terjadi di tengah proses penjajakan investasi oleh Danantara Investment Management (DIM) di BEI. Sebelumnya beredar kabar Danantara berencana mengambil kepemilikan 40,12% di BEI.

Tim Komunikasi Danantara menerangkan proses pembahasan masih berlangsung dan belum ada keputusan final.

"Hingga saat ini, proses pembahasan masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final, karena kajian internal dan pelaksanaan uji tuntas (due diligence) masih berlangsung. Danantara Indonesia juga masih menunggu penerbitan peraturan OJK yang berlaku," ujarnya sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Selasa (15/9/2026).

Danantara juga menekankan informasi yang beredar bukan representasi posisi maupun keputusan akhir, dan setiap perkembangan material akan disampaikan lewat saluran resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menanggapi hal tersebut, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menilai siapapun pemilik bursa nantinya tetap memiliki risiko konflik kepentingan, baik pemerintah, Danantara, maupun swasta.

Namun, ia menilai demutualisasi ideal harus mampu mendorong kredibilitas pasar saham Indonesia.

"Jadi demutualisasi yang ideal, ya itu tentu saja yang bisa mendorong kredibilitas dari pasar saham di Indonesia sendiri," ujar Rully pada Selasa (15/9/2026).

Rully menambahkan, yang dibutuhkan pasar saat ini adalah pasokan IPO dari perusahaan berkualitas. Ia pun cenderung optimis dengan kehadiran Danantara karena manajemennya diisi figur profesional yang paham pasar modal, sehingga diharapkan lebih mengutamakan kualitas dari sisi supply.