OJK Dorong Sektor Jasa Keuangan Aktif di Bursa Karbon Lewat Modul Baru
Potret foto Peluncuran Buku Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan pada Selasa (15/7).
EmitenNews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK, dalam seremoni peluncuran buku Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan, yang digelar di Jakarta hari ini Selasa (15/7).
“Peluncuran buku pada hari ini merupakan salah satu bagian dari upaya memperluas pemahaman dalam peningkatan kapasitas pelaku sektor jasa keuangan terhadap perdagangan karbon di Indonesia,” ungkap Mahendra.
Buku panduan ini disusun secara komprehensif, mencakup aspek kebijakan, regulasi, dan kelembagaan, serta mekanisme perdagangan karbon. OJK juga menyoroti potensi risiko dan peran strategis industri jasa keuangan dalam mendukung pencapaian target dekarbonisasi nasional.
Lebih lanjut, Mahendra menjelaskan bahwa pemahaman menyeluruh atas alur pembentukan unit karbon adalah kunci bagi efektivitas partisipasi Sektor Jasa Keuangan.
“Dengan pendekatan yang utuh dan komprehensif, kami berharap bahwa pemahaman mengenai seluruh alur dalam perjalanan pasar dan bursa karbon ini dapat dimengerti dengan baik oleh para pemangku kepentingan terkait, sehingga memahami betul proses teknis dan administratif yang harus dipenuhi dalam proses itu,” tambahnya.
OJK menyadari bahwa keterlibatan aktif dari perbankan, asuransi, pasar modal, dan lembaga pembiayaan sangat diperlukan untuk memperluas basis investor karbon dan menciptakan pasar yang efisien, transparan, serta berintegritas.
Peluncuran buku ini diharapkan menjadi referensi strategis dalam mengakselerasi integrasi sektor jasa keuangan ke dalam ekosistem pasar karbon domestik yang sedang tumbuh, terutama melalui sinergi dengan sistem resmi seperti Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI) dan platform perdagangan resmi IDXCarbon.
Related News
BPTR Diguyur Kredit Jumbo Hampir Rp700M, Ini Rencana Penggunaannya
Nol Utang, Marjin Laba 48 Persen: DMAS Pamer Fundamental Super Sehat
Provident Investasi Pastikan Kesiapan Dana Pelunasan Obligasi I 2023
Sukses Dalam Berinovasi Bank Raya Raih Penghargaan di Digital Day 2026
Grup Djarum (BELI) Geber MESOP 1,50 Miliar Saham, Harga Tebus Rp430
Laba 2025 Menciut, Emiten Nikel Ifishdeco (IFSH) Beber Pendapatan Rp1T





