EmitenNews.com—PT Puri Sentul Permai Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa akomodasi perhotelan dengan nama Kedaton 8 Hotel dan telah beroperasi lebih dari 12 tahun hingga saat ini. Guna pengembangan bisnis-nya perseroan melakukan penawaran umum perdana saham dengan target dana yang terhimpun mencapai Rp. 37,5 Milyar. 


Dana dari hasil IPO tersebut, sebesar 86,56% akan digunakan untuk membangun 5 (lima) outlet hotel di Rest Area, 5,97% untuk membangun 2 unit Suite Room, 2,99% untuk Pembiayaan Pengembangan Management System & ICT dan 4,48% untuk Modal Kerja.


“Saat ini fokus kami adalah pada Pengembangan Bisnis hotel di Rest Area, seperti yang sudah diketahui bahwa dalam waktu dekat perusahaan akan segera membangun hotel di Rest Area KM 166 dan KM 164 Tol Cipali – Majalengka. Kata Aan Rohanah Direktur 


Dalam waktu dekat akan merealisasikan hotel di dekat rest area dengan fasilitas charging untuk kendaraan listrik dengan menjalin kolaborasi bersama PLN dan menjadi fasilitas gratis bagi investor yang yang melakukan pemesanan pada massa penawaran diskon 20 persen untuk member dan dividen akan dibagikan 60 persen dari laba untuk tahun buku 2022.


“Perseroan menargetkan target laba bersih di tahun 2022 Rp4,5 miliar, dan realisasi laba per  Juni 2022 tercatat Rp1,2 miliar. Selisih yang masih ada ini akan terkejar karena Kita optimis disebabkan oleh okupansi dari Juni hingga saat ini sudah sangat tumbuh,” kata Aan Rohanah Direktur KDTN dalam paparanya kepada Media, Jumat (11/11/2022).


Okupansi hotel kedaton 8 hotel ekspres di KM 19 naik 10-20 persen dibandingkan saat pandemi pada tahun 2021. Menyambut hal baik ini perseroan menawarkan bagai pengguna tol yang menikmati kedaton 8 ekspres melakukan promo dari harga 300 per 4 jam menjadi 200 per 4 jam.


KDTN menganggarkan Rp6-7 miliar untuk biaya investasi setiap pembangunan hotel. opex per hotel 300 juta per hotel sampai hotel ini bisa membukukan laba sebagai modal kerja.


Seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk: 1. Sekitar 86,56% akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk pembangunan 5 outlet K8 Xpress Hotel baru yang akan dibangun di rest area yang berbeda yang rencananya masing-masing akan memiliki sekitar 12 kamar dan dilengkapi sampai dengan 2 fasilitas ruang meeting diantaranya : a. Hotel K8 Xpress pada rest area KM 166 tol Cipali, yang ditargetkan pembangunannya pada kuartal keempat tahun 2022 dan direncanakan akan selesai pada kuartal kedua tahun 2023.


Rest area ini memiliki payung hukum Permen PUPR No 21, dimana diperbolehkan untuk istirahat maksimal di rest area selama 12 jam dan saat ini masih belum banyak yang mengambil, 


Perseroan ada rencana pendanaan lagi setelah dana IPO terealisasi melalui skema right issue atau penerbitan warans seri 2. Pinjaman dari perbankan adalah opsi terakhir dari kedaton untuk mencari pendanaan untuk ekspansi bisnis. Saat ini perseroan masih fokus pada pendanaan dari pasar modal, seperti dana Waran seri I yang baru bisa direalisasikan 6 bulan sejak listing di bursa dengan perhitungan 5 saham bisa di tukar dengan 1 waran.


Airin Nursalim Business Development KDTN mengatakan, tahun ini target 2 hotel akan mulai dibangun dan tahun depan ada 3 hotel yang lokasinya ada di rest area kelas A, dengan biaya investasi Rp 6-7 miliar per hotel dengan jumlah 20 kamar dan launch area.


Karena di luar negeri hotel rest area sangat umum, namun di sini masih jarang. Maka kami optimis bisnis yang dijalani KDTN akan terus survive kedepannya. KDTN sebagai pionir menggugah hotel di kawasan rest area yang jarang dijamah oleh pebisnis lain. Dalam beberapa tahun kedepan akan menambah sejumlah hotel di rest area lagi.


Wisnu Widodo Direktur Victoria Sekuritas mengatakan, bahwa ketika KDTN IPO kemarin di dalam masa penawaran umum sangat surprise ketika penjatahan 19.800 investor masuk dalam pemesanan dan realisasinya 18.700 an. KDTN mengalami oversubscribed 5,62 kali dari penawaran umum dan porsi pemesanan yang masuk sekitar Rp200 miliar dari nilai IPO, nilai polling oversubscribed 9,66 kali dengan porsi ritel lokal mendominasi sebanyak 95 persen lalu sisanya sekitar 4 persen adalah institusi lokal.