Onix Capital (OCAP) Dapat Restu Go Private dan Buy Back Saham
:
0
EmitenNews.com - PT Onix Capital Tbk. (OCAP) menyampaikan bahwa telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada yang dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2024. RUPSLB dalam rangka meminta persetujuan untuk melakukan Go Private.
Mauritius Ray Corporate Secretary OCAP dalam keterangan resmi Selasa (23/1) menyampaikan bahwa dalam Rapat telah menyetujui rencana Perseroan untuk melakukan Go Private yang meliputi antaralain perubahan status Perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup; dan pelaksanaan pembelian kembali (buyback) saham Perseroan sebagai implementasi pelaksanaan Rencana Go Private.
"Kemudian terkait Go Private tersebut juga meliputi penghapusan pencatatan (delisting) saham Perseroan dari BEI; serta perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan perubahan status Perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup," katanya.
RUPSLB juga menyetujui untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham Perseroan sebagai implementasi pelaksanaan Rencana Go Private serta penghapusan pencatatan (delisting) saham Perseroan dari BEI, tulis Mauritius.
Selain itu RUPSLB juga memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Go Private tersebut.
Seperti diketahui PT Onix Capital Tbk. (OCAP) PT Onix Capital Tbk. (OCAP) berencana melakukan Go Private dikarenakan Perseroan sudah tidak memiliki kegiatan usaha dan sejauh ini Perseroan belum memiliki rencana usaha baru.
Selain itu perseroan tidak memiliki pendapatan yang disebabkan telah dicabutnya izin usaha anak usaha Perseroan, yaitu Onix Sekuritas yang merupakan sumber pemasukan terbesar. Kian terpuruk, perseroan tidak lagi menerima dividen dari cucu usaha, yakni Onix Investasi dan Menteng Medika Indonesia.
Mauritius Ray Corporate Secretary OCAP dalam keterangan tertulisnya Kamis (14/12) menyampaikan bahwa alasan dilakukan Go Private juga karena saham Perseroan termasuk saham tidak aktif diperdagangkan di BEI karena saham Perseroan disuspensi sejak tahun 2020 dan telah mencapai batas waktu masa suspensi 36 bulan pada tanggal 1 September 2023.
Related News
BEI Buka Gembok Dua Saham, Satu Melejit Kencang ke Harga ARA Meski HSC
Bebas Bayang-bayang Hary Tanoe, ini Kinerja IATA Kuartal III
Samator (AGII) Catat Kinerja Q3 Melonjak! Pendapatan dan Laba Naik
BATA Lego Aset, Cara Bertahan kala Kinerja Terus Memburuk
Moncer! Laba Phapros (PEHA) Melonjak 4 Kali Lipat di Kuartal III-2026
Sambut Akhir Tahun, MIDI Bagi Dividen Rp127 Miliar di Desember!





