EmitenNews.com - Di tengah kondisi pasar modal yang masih berfluktuasi dan ketidakpastian ekonomi. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen memasang target tinggi. Batavia optimistis dapat meningkatkan dana kelolaannya atau asset under management (AUM) menjadi Rp60 triliun hingga akhir 2026. 

Direktur Utama Batavia, Lilis Setiadi mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers bertajuk “Batavia Raih Peringkat Tertinggi di Industri & Perluas  Bisnis ke DPLK” di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Hingga September 2026, BPAM sudah mencatat dana kelolaan melampaui Rp56 triliun. Karena itu, perseroan berupaya keras menambah dana kelolaan tersebut dalam sisa waktu tahun ini, untuk menutup target yang dicanangkan.

"Kalau market-nya enggak makin tumbang, mudah-mudahan tutup tahun kita bisa ke Rp60 triliun,” ujar Lilis Setiadi.

Target Didukung Peluang Masuknya Tambahan Mandat Pengelolaan Investasi

Bagusnya, target tersebut didukung oleh peluang masuknya tambahan mandat pengelolaan investasi dari sejumlah investor institusi. Pelemahan pasar belakangan ini tidak selalu membuat investor enggan menempatkan dana.

Malah, sejumlah investor institusi justru melihat penurunan harga aset sebagai kesempatan untuk membeli instrumen investasi dengan harga lebih menarik.

Lalu, Batavia juga masih mengantongi sejumlah peluang kerja sama pengelolaan investasi yang diharapkan dapat terealisasi sebelum akhir tahun ini. Tambahan dana dari mandat tersebut diharapkan membantu perusahaan mencapai target AUM sebesar Rp60 triliun.

Satu hal, selain investor institusi, Batavia turut mengandalkan investor individu untuk mendorong pertumbuhan dana kelolaan. Masih terdapat peluang bagi investor perorangan untuk menambah penempatan dana pada berbagai produk investasi yang ditawarkan perusahaan.

Tidak hanya mengejar target tahun ini, Batavia juga telah menyiapkan sasaran pertumbuhan untuk 2027. Perusahaan membidik kenaikan dana kelolaan sekitar 12% hingga 15% dibandingkan posisi pada akhir 2026.