EmitenNews.com - PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO IJ)  resmi mencatatkan Saham Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan saham (ticker code) “RMKO”. Dengan dimulainya perdagangan tersebut, Perseroan menjadi emiten ke-52 yang mencatatkan sahamnya di tahun 2023.

 

Dalam debut perdananya, saham RMKO melesat 24,44% sentuh auto rejection atas (ARA) atau Rp 110 per saham  menjadi Rp 560 per saham.

 

RMKO  menawarkan sebanyak 250.000.000 lembar saham baru atau sebanyak 20,00% dari seluruh total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham. 

 

Saham baru tersebut ditawarkan dengan harga penawaran sebesar Rp450 per lembar saham, sehingga jumlah keseluruhan dana IPO yang terkumpul sebesar Rp112.500.000.000,- (seratus dua belas miliar lima ratus juta Rupiah). Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham Perseroan ini seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja dalam mendukung kegiatan usaha.


Bertindak selaku penjamin pelaksana emisi dalam IPO Perseroan ini adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia. 

 

Direktur PT Victoria Sekuritas Indonesia, R.A. Wisnu Widodo, menyatakan keyakinannya terhadap pertumbuhan dan prospek usaha Perseroan ke depan di industri pertambangan tanah air. Hal ini diperkuat dengan private hauling road sepanjang 39 KM yang sedang dibangun oleh Perusahaan guna membuka jalur baru logistik batubara dari area tambang Kabupaten Muara Enim dan Lahat menuju stasiun muat Gunung Megang, di mana penyelesaian proyek tersebut akan dapat secara signifikan meningkatkan kinerja Perseroan.


Selama masa penawaran umum yang berlangsung selama 3 (tiga) hari, Perseroan telah memperoleh sambutan yang luar biasa dan positif dari investor Pasar Modal. Pada masa penawaran telah terjadi oversubscribed sebanyak 166,02 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling).


Direktur PT Victoria Sekuritas Indonesia, R.A Wisnu Widodo yang mewakili penjamin pelaksana emisi IPO RMKO menyatakan bahwa oversubscription dalam penawaran umum perdana saham RMKO, membuktikan minat investor terhadap sektor energi masih sangat tinggi. “Kehadiran RMKO di Bursa Saham Indonesia akan menambah pilihan investor dalam memilih saham perusahaan dengan fundamental yang baik.” Kata Wisnu Widodo.

 

Direktur Utama Perseroan, Vincent Saputra mengatakan bahwa Grup Perseroan telah memiliki pengalaman di industri pertambangan lebih dari 15 tahun sejak tahun 2009. Perseroan mencatatkan dan menawarkan sahamnya untuk bertransformasi dan melanjutkan pertumbuhannya di industri pertambangan tanah air dengan menciptakan pertumbuhan dan sinergi yang berkelanjutan serta memiliki tata kelola yang lebih baik dan profesional dalam menjalankan kegiatan usahanya. IPO ini dapat mendukung Perseroan untuk meningkatkan layanan jasa penunjang pertambangan dan logistik yang terintegrasi di Sumatra Selatan. Dengan terintegrasinya jasa logistik hulu ke hilir ini, kinerja grup dapat meningkat secara berkelanjutan.

 

“Saat ini, Perseroan masih fokus mendukung kinerja grup dengan menggarap tambang in-house milik anak usaha RMKE dan ke depannya juga akan menyediakan jasa pertambangan serta pengangkutan batubara dari tambang-tambang non-grup di Muara Enim dan Lahat. Dengan dibukanya hauling road yang ditargetkan selesai pada tahun ini, RMKO dapat meningkatkan pendapatan dari third parties secara signifikan. Potensi batubara di Sumatra Selatan masih sangat besar, apabila infrastruktur di hulu dan hilir sudah terkoneksi dengan baik, serta tersedianya jasa penunjang pertambangan yang profesional, kami optimis dapat meningkatkan kapasitas produksi di Sumatra Selatan. Terlebih lagi, dengan menjadi perusahaan terbuka, kami yakin RMKO ke depannya akan dapat menggarap berbagai proyek pertambangan dan tidak hanya terbatas di Sumatra dan bahkan terbuka dengan peluang sebagai perusahaan penyedia jasa pertambangan untuk komoditas lainnya. Kami juga sangat mengapresiasi kepercayaan serta dukungan dari investor yang telah berpartisipasi pada IPO RMKO sehingga tercapai oversubscribed  sebanyak 166,02 kali.”, kata Vincent Saputra.