Pabrik Melamin Pertama di Indonesia Dibangun, Investasinya USD600 Juta
Perekonomian Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking) Pabrik Melamin Pertama dan Terbesar di Indonesia diresmikan peletakan batu pertamanya secara virutual oleh Perekonomian Airlangga Hartarto di KEK Gresik, Rabu (8/4).(Foto: Ekon)
EmitenNews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (8/4) meresmikan secara virtual dalam Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking) Pabrik Melamin Pertama dan Terbesar di Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. Proyek ini dibangun oleh PT GEABH Joint Technology
Pembangunan pabrik melamin tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan industri terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik yang terus menunjukkan kinerja positif dalam menarik investasi strategis. Hingga akhir tahun 2025, total investasi kumulatif di KEK secara nasional telah mencapai sekitar USD19,7 miliar, dengan kontribusi signifikan dari KEK Gresik yang mencapai sekitar USD6,1 miliar atau sekitar 31% dari total investasi KEK nasional.
Kinerja investasi tersebut turut didukung oleh stabilitas makroekonomi nasional yang tetap terjaga. Pada tahun 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11%, didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, peningkatan investasi, serta kinerja ekspor yang solid. Selain itu, realisasi investasi pada triwulan IV tahun 2025 juga mencatat pertumbuhan sebesar 9,7% (year-on-year) dengan nilai mencapai USD29,2 miliar.
KEK Gresik sebagai salah satu KEK prioritas nasional memiliki peran strategis dalam mendorong hilirisasi industri dan peningkatan ekspor. Kawasan ini juga berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah, di mana sektor manufaktur di Jawa Timur menyumbang sekitar 31,32% terhadap perekonomian, sementara di Kabupaten Gresik kontribusi sektor manufaktur mencapai 52,58% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan KEK Gresik juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tercermin dari penurunan tingkat pengangguran dari 8,00% menjadi 5,47% dalam lima tahun terakhir serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 76,98 pada tahun 2021 menjadi 79,69 pada tahun 2025.
Proyek pabrik melamin yang dikembangkan oleh PT GEABH Joint Technology ini memiliki nilai investasi sekitar USD600 juta dan menjadi bagian dari pengembangan industri hilir berbasis gas alam. Melalui proyek ini, gas alam akan diolah menjadi amonia cair yang selanjutnya dikembangkan menjadi produk turunan seperti urea, melamin, dan amonium nitrat yang memiliki nilai tambah tinggi.
Produk-produk tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai sektor strategis, antara lain pertanian, industri kimia, serta manufaktur, sekaligus membuka peluang ekspor dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.
“Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk memastikan iklim investasi yang kondusif. Kami akan terus memberikan dukungan dan insentif yang diperlukan agar PT GEABH Joint Technology serta seluruh investor di KEK ini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” kata Menko Airlangga.(*)
Related News
IPOT Smart Money Circle, Komunitas Investor Hadir di Telegram
Petani Menjerit Gula Tak Laku, Mentan Tertibkan Impor Gula Rafinasi
Menkeu Bertemu GAIKINDO Bahas Dukungan Bagi Industri Otomotif
Kemenperin Soroti Peredaran Truk Impor Yang Tak Penuhi Emisi Euro 4
IHSG Ngebut 2 Persen di 7.453, Sambut IPO Perdana 2026
Ikuti Jejak Wall Street, IHSG Lanjut Menguat





