EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (5/8). Sentimen positif ditopang oleh mulai membaiknya indikator teknikal, aksi beli investor asing, serta ekspektasi pasar terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal IHSG masih berada dalam tren penguatan setelah membentuk pola upward bar.

Menurutnya, indikator Stochastic K-D dan Relative Strength Index (RSI) mulai menunjukkan sinyal positif. Selain itu, moving average (MA)20 dan MA60 juga mulai membentuk pola golden cross, meskipun volume perdagangan masih mengalami penurunan.

"Secara teknikal, pergerakan IHSG melanjutkan trajektori penguatannya setelah membentuk pola upward bar. Indikator Stochastics K-D dan RSI menunjukkan sinyal positif, bahkan MA20 dan MA60 mulai membentuk pola golden cross," ujarnya dalam riset harian, Rabu (5/8).

Dari sisi fundamental, Nafan menilai valuasi pasar saham Indonesia masih relatif menarik. Price to earnings ratio (P/E) IHSG saat ini berada di kisaran 9,32 kali, lebih rendah dibandingkan sejumlah bursa regional setelah tekanan yang terjadi sepanjang semester I-2026.

Kondisi tersebut dinilai masih berpotensi menarik minat investor untuk melakukan akumulasi secara bertahap. Hal itu tercermin dari daily net foreign buy yang mencapai Rp741,19 miliar pada perdagangan sebelumnya.

Dari domestik, penyesuaian portofolio manajer investasi dan dana pasif pascarebalancing sejumlah indeks Bursa Efek Indonesia, seperti IDX80, IDX30, dan Kompas100, diperkirakan masih berpotensi mendorong akumulasi pada saham-saham konstituen baru yang memiliki fundamental kuat.

Selain itu, meredanya geopolitical risk premium juga menjadi katalis positif bagi Indonesia sebagai negara net importir minyak. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi tekanan inflasi, subsidi energi, serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, pasar juga masih mencermati publikasi laporan keuangan emiten kuartal II-2026 yang dinilai dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan indeks.

“Para pelaku investor juga akan menantikan perilisan pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal II-2026 yang akan dirilis BPS pada hari ini,” lanjut Nafan.