EmitenNews.com - Pandemi Covid-19 mulai memberikan kabar baik, hari ini. Setelah lima hari berturut-turut kasus infeksi virus Corona, atau coronavirus disease 2019 (Covid-19) baru di atas 6.000-an, hari ini, sudah di bawah 5.000-an. Per Minggu (13/11/2022) kasus baru Covid-19, hanya 4.877 orang. Bandingkanlah dengan kasus baru, Sabtu (12/11/2022), yang mencapai 6.179 penderita. Marilah terus menegakkan protokol kesehatan.


Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19, mengumumkan data terbaru pandemi Covid-19 itu, sesuai informasi yang dirangkum dalam 24 jam terakhir, mulai Sabtu (12/11/2022) siang hingga Ahad (13/11/2022), pukul 12.00 WIB. Masyarakat bisa mengakses data tersebut melalui laman https://covid19.go.id/, atau situs resmi Kementerian Kesehatan, kemkes.go.id, yang setiap sore diperbarui.


Dengan tambahan sebanyak 4.877 kasus baru COVID-19 itu, total kasus infeksi virus Corona di Indonesia, sampai hari ini, menjadi 6.561.504 penderita.


Jumlah itu terhitung sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya penderita infeksi virus yang awalnya dikabarkan berasal dari Wuhan, Hubei, China itu, di Indonesia, Senin (2/3/2020). Kasus perdana ini, menimpa pasangan ibu dan anak perempuannya, warga Kota Depok, Jawa Barat.


Sejak kasus pertama tersebut, jumlah penderita infeksi virus SARS-CoV-2 di Tanah Air terus bertambah, sampai hari ini. Pandemi Covid-19 bahkan sudah menjadi momok menakutkan, seperti yang juga terjadi di berbagai belahan dunia lainnya.


Satgas Penanganan Covid-19 mencatat pemerintah memeriksa sebanyak 45.337 spesimen,  hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 3.596. Sampai Minggu (13/11/2022) ini, kasus aktif kini sebanyak 49.794 kasus.


Kasus aktif adalah pasien Covid-19 yang sedang dalam perawatan di rumah sakit, atau masing-masing menjalani isolasi mandiri.


Dengan perkembangan yang ada, pemerintah meminta masyarakat memiliki tanggung jawab tinggi dan secara kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena untuk menekan wabah Corona, dimulai dari menekan angka penularan.


Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya perilaku 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.


Berdasarkan banyak penelitian, rajin mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus Corona sebesar 35 persen. Sedangkan memakai masker bisa mengurangi risiko penularan virus Corona hingga 45 persen kalau memakai masker kain. Kalau menggunakan masker medis, risiko penularan berkurang hingga 75 persen.


Jadi, mari terus menegakkan protokol kesehatan secara ketat. Ini penting, untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19, yang telah melanda negeri kita sejak Senin, 2 Maret 2020, saat kasus perdana diumumkan Presiden Jokowi.


Setelah itu kita berharap virus SARS-CoV-2 ini, enyah dari Tanah Air. Dengan begitu kita semua bisa kembali hidup normal seperti ketika pandemi Covid-19 belum melanda Negeri tercinta ini. ***