Pandemi Mereda, Occupancy Hotel Fitra (FITT) Sudah Melebihi 53%, Bagaimana Prospeknya?
:
0
EmitenNews.com - PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) secara pasti memberikan kabar bahwa emiten perhotelan itu tidak akan membagikan dividen 2021 karena masih mengalami kerugian pada 2021.
"Untuk tahun ini kita belum membagikan dividen, karena walaupun kita sudah pencapaian target melampaui target. Tetapi dalam pembukuan kita masih mengalami kerugian sekitar 5 miliar-an,” kata Direktur Utama Hotel Fitra International Joni Rizal dalam paparan publik secara virtual, Senin (20/6/2022).
Direktur Keuangan Hotel Fitra, Sukino mengatakan, kinerja keuangan perusahaan mulai membaik dengan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 37 persen pada kuartal I 2022 menjadi Rp 2,13 miliar dari periode sama 2021 Rp 1,56 miliar. Rugi bersih entitas induk juga diturunkan 1,05 persen menjadi Rp 1,88 miliar dari periode yang sama tahun lalu rugi bersih Rp 1,90 miliar.
"Aset kami naik menjadi Rp 67,51 miliar pada Maret 2022 dari Desember 2021, ekuitas naik menjadi Rp 39,32 miliar dari Rp 38,09 miliar, liabilitas mampu diturunkan menjadi Rp 28,19 miliar dari Rp 28,48 miliar sehingga rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio [DER] masih rendah di 0,72 kali,” kata Sukino.
Sukino menambahkan, pada 2021, FITT mencatatkan pendapatan naik 62 persen menjadi Rp 8,76 miliar dari 2020 Rp 5,40 miliar, rugi bersih juga berkurang 37 persen dari Rp 8,54 miliar menjadi Rp 5,42 miliar, sementara beban usaha turun 10 persen menjadi Rp 6,34 miliar dari Rp 7 miliar.
Joni menuturkan, pihaknya tidak memakai dana belanja modal sejak 2021 hingga kini. Perseroan memakai dana operasional.
"Dana yang ada kita gunakan untuk operasional, jadi untuk tahun ini dan tahun kemarin kita tidak menggunakan dana belanja modal,” ujar dia.
Manajemen FITT meyakini sektor usaha perhotelan, gedung pertemuan dan restoran mulai menggeliat dan bangkit secara perlahan dan pasti pada 2022 di tengah tren pengendalian pandemi COVID-19.
Optimisme ini didukung dengan sejumlah indikator positif, mulai dari data Our World in Data, per Desember 2021 yang mencatat hampir 4 miliar penduduk dunia (sekitar 40 persen dari jumlah penduduk dunia berdasarkan situs resmi PBB) sudah menerima vaksin lengkap, di mana 113 jutaan di antaranya adalah penduduk Indonesia.
Selain itu, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) juga menyampaikan situasi pandemi saat ini cenderung menimbulkan prospek yang positif bagi industri pariwisata di Tanah Air lantaran karakteristik COVID-19 belakangan mengarah pada penyakit endemi.
Related News
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026





