Pecah Rekor! Saham BRI (BBRI) Ditaksir Tembus Rp6.200 per Lembar
EmitenNews.com — Kinerja saham PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau biasa disebut BBRI kembali mencetak rekor. BBRI menyentuh level tertinggi sepanjang masa (all time high) pada penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Jumat (14/04).
Saham BBRI ditutup naik Rp95 (1,91%) pada level Rp5.075, sehingga kapitalisasi pasar BBRI mencapai Rp769,17 triliun.
Sebelumnya, rekor saham BBRI tertinggi dicatatkan pada 30 November 2022 dengan harga Rp4.980 per lembar saham.
Meskipun telah mencatatkan rekor, potensi kenaikan harga saham BBRi diproyeksikan berpotensi untuk terus berlanjut.
Beberapa analis masih memproyeksikan harga BBRI lebih tinggi dari level saat ini. Dalam risetnya di bulan Februari 2023, Trimegah Sekuritas merekomendasikan buy saham BBRI dengan target harga Rp 6.200.
Secara umum, analis Trimegah Sekuritas Adi Prabowo dan Amyra Ibrahim menyatakan, di tahun 2023 BRI memiliki guidance pertumbuhan yang prudent untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
Di sisi lain, BRI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 10%-12% dengan tetap fokus pada segmen UMKM.
Terkait dengan hal tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk kepercayaan investor dengan strategi yang telah dipersiapkan untuk terus tumbuh di tengah gejolak kondisi perekonomian global.
“Dengan strategi jangka panjang yang telah disiapkan secara menyeluruh, Perseroan meyakini mampu menghadapi berbagai tantangan dan peluang kedepan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan terus men-deliver economic maupun social value bagi seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





