Pefindo Kukuhkan Peringkat idAAA Untuk Telkom
Lembaga pemeringkat efek Pefindo menegaskan peringkat idAAA untuk PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2015.(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Lembaga pemeringkat efek Pefindo menegaskan peringkat idAAA untuk PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2015. Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah stabil.
"Peringkat mencerminkan kemungkinan yang sangat kuat akan adanya dukungan dari pemerintah sebagai pemegang saham pengendali. Profil kredit berdiri sendiri TLKM mencerminkan posisi bisnisnya yang superior dengan bisnis yang terdiversifikasi dan jaringan yang luas, serta profil keuangan yang sangat kuat, tetapi dibatasi oleh eksposur terhadap perubahan makroekonomi dan perubahan teknologi," demikian pernyataan resmi Pefindo.
Peringkat dapat diturunkan jika Pefindo menilai terjadi penurunan signifikan dalam hubungan dengan atau dukungan dari pemerintah, dan pada saat yang sama, TLKM mengalami pelemahan posisi bisnis, atau jika TLKM menambah utang dengan jumlah yang lebih besar dari yang diproyeksikan tanpa dikompensasi dengan pertumbuhan pendapatan yang memadai sehingga melemahkan kondisi keuangan Perusahaan.
TLKM merupakan operator telekomunikasi dan layanan informasi di Indonesia, yang menawarkan berbagai layanan, termasuk seluler melalui entitas anak yang dimiliki sebesar 69,9%, yaitu PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), layanan data, internet, teknologi informasi, telepon tetap, interkoneksi, jaringan, dan lainnya.
Per 30 September 2025, pemegang saham TLKM adalah PT Danantara Aset Management (Persero) (DAM) sebesar 52,09% dan publik (termasuk pihak lainnya) sebesar 47,91%. Pemerintah tetap mempertahankan posisinya sebagai Ultimate Beneficial Owner Perusahaan melalui kepemilikan langsung 1 saham Seri A Dwiwarna dengan hak istimewa serta kepemilikan tidak langsung atas saham Seri B DAM melalui Danantara.(*)
Related News
Aset Merosot, Kerugian DEFI 2025 Melonjak
Periode Akhir Harga Lawas, Serok atau Tunggu Stock Split DSSA?
Izin Investor, MKNT Private Placement Rp922,92 Miliar
Grup Salim (INTP) Tuntaskan Buyback, Habiskan Rp437,87 Miliar
Harga Diskon, Komisaris RSGK Buang 14,18 Juta Lembar
CASH Right Issue Rp237,21 Miliar, Rasio 168:117





