EmitenNews.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan realisasi serapan keuangan Kementerian PUPR TA 2022 mencapai Rp118,03 triliun. Anggaran terserap tersebut digunakan untuk melaksanakan kegiatan pembangunan infrastruktur dalam rangka mendukung berbagai agenda prioritas nasional.


"Termasuk memulai kegiatan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebanyak 40 kegiatan konstruksi dengan biaya Rp25,98 triliun yang termasuk dari angggaran reguler Kementerian PUPR TA 2022)," ungkapnya pada Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (17/1/2023).


Menteri Basuki melanjutkan, hingga minggu ke-3 Desember 2022 telah terkontrak 24 kegiatan sebesar Rp15,8 triliun. "Dan pada akhir Desember 2022 terkontrak 16 kegiatan sebesar Rp8,89 triliun," sambungnya.


Secara keseluruhan pembangunan berbagai infrastruktur Kementerian PUPR pada Tahun 2022 dengan capaian bidang Sumber Daya Air di antaranya pembangunan 34 bendungan di mana sebanyak 9 bendungan telah diselesaikan, pembangunan jaringan irigasi seluas 76,7 ribu ha, penyediaan air baku sebesar 2,86 m3/detik, dan pembangunan pengaman pantai dan pengendali banjir sepanjang 157 km.


Bidang konektivitas meliputi pembangunan 183 km jalan tol melalui skema investasi dan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, pembangunan 846 km jalan baru, pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 22,4 km, dan flyover/underpass/terowongan telah selesai sepanjang 1,12 km.


Selanjutnya dukungan infrastruktur permukiman meliputi pembangunan 861,5 liter/detik SPAM untuk sekitar 1 juta sambungan rumah, penanganan sampah dengan penerima manfaat 549 ribu Kepala Keluarga, pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di mana 3 PLBN dalam tahap konstruksi dan 5 PLBN telah selesai, pembangunan dan rehabilitasi 580 unit prasarana dan sarana pendidikan, olahraga, dan pasar, termasuk Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan Indoor Multifunction Stadium di Senayan.

Terakhir bidang perumahan meliputi pembangunan 3.988 unit rumah susun, 4.039 unit rumah khusus, 186.172 unit rumah swadaya dan 20.757 unit prasarana sarana dan utilitas (PSU).


"Dalam rangka meningkatkan kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) telah dilakukan pembinaan dan sertifikasi terhadap 70.026 orang yang terdiri dari 16.029 orang TKK Reguler (umum), 44.905 orang TKK Vokasi (SMK dan
Politeknik), dan 9.092 orang TKK khusus untuk mendukung IKN," kata Menteri Basuki.(fj)