EmitenNews.com - Pemerintah terus berupaya mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia sesuai target nol persen pada 2024 yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nunung Nuryartono mengatakan pentingnya kerja bersama dengan melibatkan semua pemangku kepentingan untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui tiga strategi kunci yang saling konvergen dan komplementer.
"Pentingnya kita untuk kerja bersama dalam melaksanakan intervensi-intervensi melalui penurunan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, dan meminimalkan kantong kemiskinan yang berbasis Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE)," kata Nunung seperti yang dikutip InfoPublik Rabu (27/12/2023).
Ia juga menekankan agar Pemerintah Desa tidak ragu untuk menggunakan Dana Desanya dalam mendukung percapatan penghapusan kemiskinan ekstrem di daerahnya masing-masing dengan prinsip komplementaritas.
Yaitu menambahkan dan melengkapi program-program yang dibiayai dari APBN dan APBD. Dengan upaya-upaya penebalan bantuan diharapkan warga miskin ekstrem dapat segera terentaskan sehingga menjadi berdaya dan mandiri.
Kemiskinan ekstrem disebabkan oleh kondisi-kondisi yang multidimensional. Salah satunya berkaitan erat dengan kualitas lingkungan karena penduduk di daerah miskin cenderung bergantung pada sumber daya alam untuk kelangsungan hidupnya.
Hal ini menjadi kebutuhan global untuk menentukan intervensi keberlanjutan dalam mengatasi tantangan pengentasan kemiskinan dan lingkungan untuk mencapai pembangunan keberlanjutan global yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Intervensi yang berkelanjutan tersebut disamping harus ramah lingkungan juga harus mampu menciptakan lapangan kerja (job creation).
"Maka dari itu, selain memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, juga perlu memerhatikan aspek lingkungan untuk penanganan yang berkelanjutan dalam upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem," kata Nunung.(*)
Related News
Pasar RI Makin Ramah pada Mobil Asal China, Cek yang Paling Laris
Pemadaman Listrik Bergilir Masih Terjadi, Ini Janji PLN
Rabbani Khatulistiwa 2026, Upaya Kalbar Tumbuhkan Ekonomi Syariah
Transaksi Pariwisata di Indonesia Wajib dalam Rupiah, Simak Aturan BI
Steve Hanke Kritik Kenaikan BI-Rate Langkah Putus Asa, MBG Bikin Kabur
Ikut Tren Global, Harga Emas Antam Turun Rp30.000 per Gram





