Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29%, di Atas Tahun Lalu di Bawah KuartaI I
:
0
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,29 persen (yoy) pada triwulan II 2026. Foto: BPS
EmitenNews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,29 persen (yoy) pada triwulan II 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal pertama tahun 2025 yang sebesar 5,12 persen.
Pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tersebut masih kalah dibandingkan pertumbuhan ekonomi Kuartal I 2026 yang mencapai 5,61%. Namun, secara berurutan (qtq), ekonomi kuartal II-2026 tetap mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,63% dari kuartal sebelumnya, didorong oleh peningkatan belanja pemerintah dan investasi.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menyatakan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua ditopang oleh industri manufaktur atau pengolahan dari sisi lapangan usaha, serta konsumsi rumah tangga dari sisi pengeluaran.
“Besaran produk domestik bruto (PDB) pada triwulan II 2026 atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp6.552,1 triliun dan atas harga konstan (ADHK) Rp3.576,2 triliun,” katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Dari sisi lapangan usaha, katanya, industri pengolahan atau manufaktur menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu sebesar 0,90 persen, didukung pertumbuhan sektor tersebut sebesar 4,52 persen (yoy) dan pangsa atau kontribusi terhadap PDB sebesar 18,50 persen.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lapangan usaha perdagangan dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,83 persen, konstruksi dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,62 persen, serta informasi dan komunikasi (infokom) dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,48 persen.
Sedangkan dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar yakni sebesar 2,67 persen, seiring dengan pertumbuhan 5,06 persen (yoy) dan tetap mendominasi struktur PDB dengan pangsa 53,32 persen.
Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 dari sisi pengeluaran juga didorong oleh komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dengan sumber pertumbuhan sebesar 2,06 persen dan konsumsi pemerintah memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,07 persen. Sementara net ekspor memberikan sumber pertumbuhan sebesar minus 0,78 persen.
Related News
Honda Banderol Super-ONE EV Rp438 Juta untuk Pasar Indonesia
Tembaga Rekor USD6,6 Per Pon, Sinyal Positif Emiten Tambang
Efek Hormuz Tekan Bunga Fed, Emas Antam Turun Rp4.000
Rilis Obligasi S$750 Juta, Temasek Patok Bunga 2,65%
Kemajuan di Selat Hormuz Redam Kenaikan Harga Emas Dunia
Jualan EV Turun, Laba Toyota Tetap Naik Efek Depresiasi Yen





