Rupiah Turun ke Rp17.884, Pasar Waspadai Hal Ini
:
0
Potret mata uang rupiah dan dolar.
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah pada perdagangan Selasa (22/9). Turun 37 poin ke level Rp17.884 dari posisi Rp17.847.
Dari data Jisdor Bank Indonesia, mata uang rupiah sempat menguat ke level Rp17.745 pada 18 September 2026 dari Rp17.753, sebelum akhirnya kembali melemah di keesokan harinya.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengatakan masih tersengat oleh sentimen geopolitik global, kebijakan The Fed, hingga domestik.
Dari eksternal misalnya, ketegangan konflik di Timur Tengah masih memanas seiring kelompok Houthi di Yaman bersekutu dengan Iran melancarkan serangan terhadap Arab Saudi. Alhasil, itu membuat Arab Saudi menghadpi kendala atas sejumlah jalur eskpor.
Inggris juga dikabarkan telah sepakat memberikan dukungan militer terbatas kepada Arab Saudi di tengah serangan tersebut.
“Investor juga mencermati rencana pertemuan antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada akhir pekan ini, dengan agenda yang mencakup isu perdagangan dan geopolitik,” ujar Ibrahim, Selasa (22/9).
Di samping itu pasar juga masih mencermati potensi kenaikan suku bungan lanjutan oleh The Fed, dan telah memperhitungkan kemungkinan itu pada bulan Oktober mendatang.
“Proyeksi suku bunga terbaru juga mengindikasikan setidaknya satu kali lagi kenaikan suku bunga tahun ini. Prospek kebijakan yang lebih ketat memberikan dukungan bagi Dolar AS dan menjaga imbal hasil obligasi Treasury tetap tinggi,” lanjut Ibrahim.
Sementara dari sisi domestik, keputusan presiden Prabowo mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Suahasil Nazara turut memengaruhi sentimen mata uang, seiring naiknya harga minyak yang menambah tekanan bagi negara-negara pengimpor energi.
Meski begitu, Bank Indonesia (BI) disebut terus memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya.
Related News
Emas Dunia Rebound, Kok Emas Antam Turun?
Harga Minyak Turun, Bitcoin Jadi Buruan Investor
Suku Bunga AS Berpotensi Naik, Dolar Bertahan di Level 100,3
Harga Nikel-Batu Bara Naik, Angin Segar Emiten Minerba
Minyak Turun Redam Inflasi, Emas Rebound ke USD4.350
Saham AI Melesat, Kontrak Berjangka Wall Street Stabil





