Pendanaan dan Likuiditas Memadai, Fitch Afirmasi Outlook Bank Panin (PNBN) Stabil
:
0
EmitenNews.com - Fitch Ratings mengafirmasi peringkat emiten jangka panjang (IDR) PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) yang berbasis di Indonesia di 'BB'. Outlooknya Stabil.
Pada saat yang sama, Fitch telah menarik Peringkat Dukungan dan Lantai Peringkat Dukungan Panin, karena tidak lagi relevan dengan cakupan agensi setelah publikasi Kriteria Peringkat Bank kami yang diperbarui pada 12 November 2021. Sejalan dengan Kriteria yang diperbarui, kami telah menetapkan Panin mendapat Government Support Rating (GSR) dari 'bb'.
IDR Jangka Panjang Panin didorong oleh Viability Rating (VR), yang telah ditegaskan sejalan dengan VR tersirat di 'bb'. VR mencerminkan pandangan Fitch tentang profil kredit mandiri bank, yang dicirikan oleh profil bisnis yang moderat, profil risiko di atas rata-rata, pendanaan dan likuiditas yang memadai, dan kualitas aset dan profitabilitas yang lebih lemah dari rekan-rekan yang diimbangi dengan posisi permodalan yang memuaskan.
Kami mengharapkan pemulihan ekonomi Indonesia - sebagaimana tercermin dalam perkiraan pertumbuhan PDB riil kami di atas 6% pada tahun 2022, dari sekitar 3,2% pada tahun 2021 - untuk meningkatkan prospek bisnis bank-bank domestik pada tahun 2022. Kami percaya bank-bank terbesar, termasuk Panin, ditempatkan dengan baik memanfaatkan kondisi yang lebih kuat. Profil keuangan bank-bank besar harus tetap tangguh, dibantu oleh perpanjangan toleransi peraturan pada klasifikasi pinjaman hingga akhir 1Q23.
Kami telah mempertahankan skor 'bb+' operating environment (OE) untuk bank-bank di Indonesia dengan prospek yang stabil. Skor kategori OE tersirat untuk bank lokal adalah 'b', tetapi kami telah menyesuaikan skor ke atas karena peringkat kedaulatan Indonesia 'BBB'/Stabil untuk mencerminkan stabilitas pasar dan ekonomi makro yang lebih besar daripada yang tercakup dalam skor tersirat.
Related News
FTSE Russel Depak 29 Saham & Turunkan 10 Saham Indonesia dari Indeks
Emiten Grup Sinar Mas (BSDE) Turun Kasta dari Mid Cap FTSE Russell
Pasrah, ADHI Sampaikan Potensi Tunda Bayar Bunga Obligasi Lagi
Satu Anggota Direksi Mundur, INCO Siap Gelar RUPS
Pengendali Baru INPS Jual 6,8% Saham, Harga 3,9 Kali Lipat Akuisisi
Grup Bakrie (BUMI) Makin Dekat Kuasai Emiten Tambang Australia (LLM)





