EmitenNews.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengemas laba bersih mencapai USD58,85 juta atau setara satu triliun. Jumlah ini melonjak 188,48%dibanding perolehan pada periode sama tahun lalu sebesar USD20,40 juta.

Peningkatan itu ditopang oleh meningkatnya pendapatan menjadi USD866,75 juta dari sebelumnya hanya USD677,93 juta. Meski beban pokok pendapatan dan beban usaha juga mengalami kenaikan, BUMI masih mencatatkan laba sebelum pajak sebesar USD104,32 juta dibandingkan tahun lalu sebesar USD51,52 juta.

Penghasilan bagian atas laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama turut menopang capaian tersebut. Di mana dari penghasilan itu, BUMI meraup USD43,85 juta, melonjak dari tahun lalu sebesar USD15,85 juta.

Namun, jika melihat sisi cashflow, pada aktivitas operasi total kas neto yang digunakan membengkak 633,37% dari semula USD8,84 juta menjadi USD64,83 juta. Meski penerimaan dari pelanggan tercatat mengalami peningkatan, pengeluaran BUMI justru lebih besar untuk sejumlah pembayaran.

Mulai dari pembayaran bunga dan beban keuangan, pembayaran kepada karyawan, pembayaran kepada pemerintah, pembayaran pajak, hingga pembayaran kepada pemasok dan lain-lain yang secara bersamaan membengkak.

Sedangkan dari sisi aktivitas investasi, kas neto yang tercatat juga membengkak 419,89% menjadi USD95,92 juta dari sebelumnya di posisi USD18,45 juta.

Sementara kas dari aktivitas pendanaan tercatat USD226,14 juta naik 358,79% dari USD49,29 juta. Hal ini ditopang oleh penerimaan dari pinjaman dan obligasi yang meningkat.

Alhasil, kas dan setara kas pada akhir periode tercatat sebesar USD179,68 juta pada semester I 2026.

Melihat dari sisi neraca, jumlah aset BUMI meningkat 9,03% menjadi USD4,59 miliar dibanding periode per 31 Desember 2025 sebesar USD4,21 miliar. Liabilitas naik 23,31% menjadi USD1,64 miliar dari USD1,33 miliar, dan ekuitas tercatat meningkat 2,43% menjadi USD2,95 miliar dari USD2,88 miliar.

Pada perdagangan pekan lalu (31/7), saham BUMI ditutup menguat 1,85% atau naik 3 poin menuju level Rp165.