Pendapatan Naik, Laba PGEO 2025 Turun Tertekan Lonjakan Beban
:
0
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)
EmitenNews.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat kenaikan pendapatan sepanjang 2025, namun laba bersih perseroan justru mengalami penurunan akibat lonjakan beban pokok pendapatan.
Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, PGEO membukukan pendapatan sebesar USD432,72 juta, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD407,12 juta.
Laporan keuangan tersebut diaudit oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja.
Kontribusi utama pendapatan PGEO berasal dari penjualan listrik panas bumi dari sejumlah wilayah kerja panas bumi, yakni Kamojang, Ulubelu, Lahendong, Lumut Balai, dan Karaha.
Namun di sisi lain, beban pokok pendapatan mengalami peningkatan cukup signifikan menjadi US$199,66 juta pada 2025, dari US$166,72 juta pada tahun sebelumnya.
Kenaikan beban tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya dua komponen utama biaya.
Pertama, beban penyusutan yang naik menjadi USD126,92 juta pada 2025 dari USD112,26 juta pada 2024.
Kedua, komponen upah dan tunjangan yang melonjak sekitar 62,95% menjadi USD45,60 juta pada 2025 dari sebelumnya USD27,98 juta.
Akibat kenaikan beban yang lebih besar dibanding pertumbuhan pendapatan, laba bruto PGEO turun menjadi USD233,06 juta pada 2025 dari USD240,39 juta pada tahun sebelumnya.
Setelah dikurangi beban usaha dan beban pajak, laba tahun berjalan PGEO tercatat sebesar USD137,66 juta, turun dari USD160,30 juta pada 2024.
Related News
TLKM Ubah Pengurus, Dian Siswarini Diganti Nanang Hendarno
Perkuat Investasi, Direktur Ini Akumulasi Saham Paragon Karya (PKPK)
Untuk Modal Kerja, PTBA Tambah Utang Jumbo Rp6T dari BRI dan BMRI
Pemegang Saham Terbesar PEGE Kurangi Kepemilikan, Raup Rp29,64 Miliar
Bina Buana Raya (BBRM) Tambah Armada, Beli Kapal AHTS USD12,1 Juta
DMS Propertindo (KOTA) dan CLIEC Mulai Eksekusi Urbana Hub di Surabaya





