EmitenNews.com - Surya Semesta Internusa (SSIA) tahun lalu mencatat laba bersih Rp175,81 miliar. Melejit 187 persen dari edisi sama 2021 minus sebesar Rp200,21 miliar. Laba per saham dasar menjadi Rp38,65 per lembar dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp44,02 per eksemplar. 


Lompatan laba itu didukung pendapatan Rp3,61 triliun, surplus 53 persen dari edisi sama 2021 sejumlah Rp2,35 triliun. Beban langsung Rp2,69 triliun, bengkak 46 persen dari periode sama 2021 sebesar Rp1,83 triliun. Laba kotor Rp918,13 miliar, menanjak 77 persen dari episode sama 2021 senilai Rp517,01 miliar. 


Beban penjualan Rp51,79 miliar bengkak dari Rp22,58 miliar. Beban umum dan administrasi Rp527,96 miliar bengkak dari Rp432,93 miliar. Penghasilan lainnya Rp275,89 miliar melejit dari Rp75,14 miliar. Beban lainnya Rp64,99 miliar naik dari Rp30,59 miliar. Laba usaha Rp549,27 miliar, naik 418 persen dari periode sama 2021 sebesar Rp106,03 miliar. 


Laba sebelum pajak penghasilan Rp223,35 miliar, melesat 213 persen dari minus Rp196,43 miliar. Beban keuangan Rp233,94 miliar, bengkak dari Rp222,38 miliar. Beban pajak final Rp82,81 miliar bengkak dari Rp56,56 miliar. Bagian laba entitas ventura bersama Rp2,80 miliar, naik 121 persen dari edisi sama tahun sebelumnya tekor Rp13,32 miliar. 


Laba tahun berjalan Rp207,91 miliar, melambung 208 persen dari edisi sama 2021 tekor sebesar Rp191,17 miliar. Jumlah ekuitas Rp4,25 triliun, naik dari edisi akhir 2021 sebesar Rp4,05 triliun. Total liabilitas Rp4,03 triliun, melejit dari episode akhir 2021 senilai Rp3,70 triliun. Jumlah aset Rp8,28 triliun, naik dari posisi sama 2021 sebesar Rp7,75 triliun. (*)